BukuFiksi

Laut Bercerita – Leila S. Chudori

​Tentang Penulis & Latar Belakang Buku​Leila S. Chudori adalah salah satu jurnalis senior majalah Tempo dan novelis paling dihormati di Indonesia. Lahir pada tahun 1962, Leila terkenal dengan gaya penulisannya yang berbasis riset jurnalistik yang sangat ketat. Untuk menulis Laut Bercerita (terbit 2017), Leila menghabiskan waktu bertahun-tahun mewawancarai langsung para aktivis 1998 yang selamat dari penculikan, serta keluarga korban yang hingga kini anak-anaknya belum juga kembali.​Eksplorasi Alur & Karakter yang Lebih Rinci​Cerita dibuka dengan narasi yang sangat puitis sekaligus mencekam dari bawah laut. Biru Laut, sang tokoh utama, menceritakan detik-detik terakhir hidupnya sebelum tubuhnya diberi pemberat dan ditenggelamkan ke dasar laut oleh para penculiknya. Alur kemudian mundur, menceritakan masa-masa indah dan penuh idealisme saat Laut kuliah di Yogyakarta. Di sebuah rumah kontrakan yang disebut “Rumah Seyegan”, Laut bersama sahabat-sahabatnya seperti Sunu, Alex, dan Daniel mendirikan organisasi Winatra.​Mereka bukan cuma berorasi, tapi turun ke lapangan membantu petani di Blangguan yang tanahnya dirampas militer. Ketegangan memuncak ketika organisasi mereka disusupi oleh seorang pengkhianat (intel) yang berpura-pura menjadi teman. Satu per satu dari mereka ditangkap di berbagai kota. Leila menggambarkan adegan penyiksaan di dalam ruang interogasi dengan sangat detail dan brutal—mulai dari disetrum, dipaksa tidur di atas balok es, hingga intimidasi mental yang menghancurkan harga diri mereka.​Pada bagian kedua, kita melihat dampak psikologis pasca-kejadian dari sudut pandang Asmara Jati (adik Laut) di tahun 2000-an. Asmara adalah sosok yang realistis, bertolak belakang dengan orang tuanya yang terjebak dalam fase denial (penolakan). Ayah mereka selalu membersihkan kamar Laut setiap hari dan menyalakan lampu teras, berharap Laut hanya sedang “main ke rumah teman”. Buku ini merinci bagaimana para keluarga korban mendirikan Komisi Orang Hilang dan melakukan aksi diam setiap hari Kamis di depan Istana, mengubah duka pribadi menjadi sebuah gerakan perlawanan sejarah.

Related posts

You Do You karya Fellexandro Ruby

halo.narasimu

Kado terbaik karya JS Khairen

novimiladiah

Trik Memikat & Mempengaruhi Lawan Bicara oleh Yoga Pratama

halo.narasimu

Leave a Comment

error: Content is protected !!