Kado terbaik karya JS Khairen
Kisah di dalam buku ini berawal dari seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang tidak mempunyai orang tua, namanya Rizki. Dia terpaksa menjadi orangtua untuk kedua adik perempuannya yang pertama bernama Rizka yang masih berusia 6 tahun dan yang kedua adalah Khanza yang masih berusia 4 hari. Mereka di buang ke panti asuhan oleh ibunya setelah kepergian ayahnya yang ditembak oleh polisi karena terlibat dengan pekerjaan yang haram. Bahkan ibunya pun tidak meninggalkan nama untuk bayi yang masih berumur 4 hari itu. Nama Khanza adalah Rizki sendiri yang menamainya. Kehidupannya di panti asuhan ternyata bukan melindungi mereka, justru membuat hidup mereka menjadi menderita. Baru hari pertama saja khanza sudah dipukuli oleh dua algojo atau anak buah dari yang punya panti asuhan ini. Ternyata panti asuhan ini ilegal. Dan tempat yang kejam untuk anak-anak yang sudah dibuang oleh orang tuanya. Di sana, anak-anak dipaksa bekerja dan hidup dalam tekanan. Rizki, sebagai kakak, berusaha keras melindungi adik-adiknya dari kekerasan dan penderitaan. Ia bahkan nekat mengambil berbagai risiko demi bisa keluar dari tempat tersebut dan mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka tidak pernah bertemu selama 2 tahun lamanya. Dan akhirnya suatu hari Rizki sedang makan di warung dia akhirnya bertemu dengan adiknya itu, Rizka dia sudah tambah besar. Tetapi dia berubah bukan seperti Rizka yang dulu Rizki kenal. Karena dia mau mencopet dompet orang yang jatuh di jalan. Dari sinilah mereka berdua kejar-kejar an. Untuk merebut dompet itu. Kebetulan Khanza dan teman-temannya, Sedangkan Rizki sendirian, Dan singkat cerita ternyata yang punya dompet itu seorang perempuan yang Bernama Rani. Dia mempunyai keluarga yang hangat, berbanding terbalik dengan Rizki yang tidak punya keluarga. Mereka dianggap keluarga sendiri oleh keluarga Rani. Dan cerita yang paling Gongnya adalah ketika Khanza, adiknya Rizki yang masih kecil itu diculik oleh preman untuk diambil organ dalamnya seperti jantung dll. Semua itu dilakukan untuk diperjualbelikan. Dan ternyata Adik Rani juga diculik yang Namanya Junet. Mereka berdua (Rizki dan Rani) panik mencari cara agar adik mereka tidak jadi dibunuh hidup-hidup. Setelah melalui banyak kesulitan, perjuangan Rizki tidak selalu berakhir indah seperti dongeng. Hidup tetap keras, dan mereka masih harus berjuang dari nol. Namun, hubungan mereka sebagai kakak dan adik justru semakin kuat. Di akhir cerita, tidak ada “happy ending” yang berlebihan, tapi ada harapan. Rizki berhasil menunjukkan bahwa kasih sayang, pengorbanan, dan keteguhan hati adalah hal paling berharga—itulah makna sebenarnya dari “kado terbaik”. Hikmah dari buku ini Adalah “Bersyukur” karena tidak semua orang bisa melewati berbagai macam rintangan seperti yang rizki hadapi Bersama kedua adiknya. Ternyata masalah yang kita alami itu belum tentu paling berat. Tetapi masih ada yang lebih berat masalahnya dan dia bisa menghadapinya. Sebagai anak pertama yang juga mempunyai 2 adik Perempuan saya merasakan kasih sayang Rizki kepada adik-adiknya yang tulus. Kita juga bisa leih mempunyai Empati kepada orang-orang yang berada di sekitar kita....