Konflik Utama: Perjalanan seorang pengacara muda melacak masa lalu misterius seorang wanita tua asal Indonesia yang wafat di Paris, demi membagikan warisan raksasa senilai triliunan rupiah yang tidak punya ahli waris.Ringkasan Cerita yang Lebih Rinci:Cerita dimulai dari sebuah firma hukum terkenal di London. Thompson & Co. mendapat tugas besar untuk mengurus harta warisan seorang wanita bernama Sri Ningsih. Nilai warisannya gak main-main, mencapai jutaan poundsterling atau setara triliunan rupiah. Masalahnya, Sri Ningsih meninggal di sebuah panti jompo sederhana di Paris tanpa meninggalkan surat wasiat, dan tidak ada satu pun orang yang tahu siapa keluarga atau ahli warisnya.Tugas berat ini jatuh ke tangan Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda asal Indonesia yang bekerja di firma tersebut. Zaman harus melacak rekam jejak kehidupan Sri Ningsih dari nol, hanya bermodalkan sebuah buku diari kecil milik almarhumah yang isinya sangat minim.Pencarian Zaman ini otomatis membawa pembaca ikut bertualang melintasi waktu dan geografi, yang dibagi menjadi beberapa babak penting kehidupan Sri Ningsih:Masa Kecil di Pulau Bunyu (Kalimantan): Zaman mendatangi tempat lahir Sri. Di sini terungkap masa kecil Sri yang penuh penderitaan setelah ibunya meninggal, lalu ayahnya hilang di laut, dan dia harus menghadapi kekejaman ibu tirinya. Di babak ini, kita bakal melihat bagaimana karakter Sri yang super sabar dan tegar mulai terbentuk.Masa Remaja di Surakarta (Jawa Tengah): Sri pindah ke sebuah pondok pesantren. Di sini dia sempat merasakan kedamaian, belajar menenun, dan bersahabat erat. Namun, kedamaian itu hancur karena pengkhianatan sahabatnya sendiri dan terjadinya konflik politik/kerusuhan besar yang membakar tempat tinggalnya.Masa Dewasa di Jakarta: Sri mengadu nasib ke ibu kota, mulai dari jadi penarik gerobak di Pasar Tanah Abang sampai akhirnya sukses mendirikan bisnis pabrik sabunnya sendiri. Di Jakarta pula dia akhirnya menemukan cinta sejatinya, seorang pria keturunan Arab-Eropa bernama Hakan. Tapi lagi-lagi, takdir membawa ujian berat yang merenggut kebahagiaannya.Masa Tua di London dan Paris: Setelah kehilangan segalanya, Sri memutuskan pergi jauh ke London, memulai hidup dari bawah lagi sebagai sopir bus dua tingkat (Double Decker), berinvestasi secara cerdas hingga kaya raya, sampai akhirnya mengasingkan diri ke Paris di masa tuanya.Setiap kali Zaman berhasil menyelesaikan satu teka-teki di satu kota, dia gak cuma makin dekat dengan nama ahli warisnya, tapi juga dibuat kagum—bahkan ikut mengubah cara pandang hidup Zaman sendiri—oleh kepribadian Sri Ningsih. Sri adalah definisi manusia yang berkali-kali dihantam badai kehidupan, dikhianati, dan kehilangan, tapi selalu memilih untuk memaafkan dan tidak pernah mendendam.
previous post
next post