Si Putih merupakan salah satu novel dalam serial dunia paralel karya Tere Liye yang mengisahkan masa lalu Si Putih, kucing kesayangan Raib. Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang berfokus pada Raib, Ali, dan Seli, kali ini pembaca diajak mengikuti petualangan Si Putih jauh sebelum ia tinggal bersama Raib di Klan Bumi. Novel ini membuka rahasia asal-usul Si Putih dan dunia tempat ia berasal.
Kisah bermula di Klan Polaris, sebuah klan kuno yang memiliki peradaban maju tetapi sering dilanda pandemi. Di masa lalu, penduduk klan ini memiliki kemampuan berkomunikasi dengan hewan, namun kemampuan tersebut perlahan menghilang seiring perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Di tengah kondisi tersebut, hiduplah seorang anak bernama N-ou yang memiliki hubungan istimewa dengan hewan.
Ketika masih kecil, N-ou terpisah dari kedua orang tuanya akibat wabah yang melanda wilayah tempat tinggalnya. Ia tidak diizinkan melanjutkan perjalanan bersama keluarganya dan harus bertahan hidup sendirian di kota yang telah porak-poranda. Dalam keadaan sulit itulah ia bertemu dengan Si Putih, seekor kucing yang kemudian menjadi sahabat sekaligus penolongnya.
Si Putih membantu N-ou bertahan hidup di tengah kondisi yang penuh kekacauan. Kucing itu mencarikan makanan, menjaga N-ou saat sakit, dan selalu menemaninya ketika menghadapi kesepian. Hubungan mereka semakin erat hingga keduanya menjadi sahabat yang tidak terpisahkan. Bersama-sama mereka berusaha mencari jalan untuk memperbaiki kehidupan dan menemukan harapan baru.
Awalnya N-ou bertekad mencari kedua orang tuanya, tetapi setelah bertahun-tahun tidak menemukan petunjuk, ia memilih menjalani petualangan baru bersama Si Putih. Dalam perjalanan mereka, keduanya menemukan berbagai tempat yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Mereka juga menemukan kapsul terbang yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan lebih jauh ke berbagai wilayah Klan Polaris.
Petualangan mereka semakin seru ketika bertemu dengan seorang pria tua bernama Br-ham. Meskipun terkenal cerewet dan sering mengeluh, Br-ham akhirnya bergabung dalam perjalanan mereka. Kehadiran Br-ham membuat petualangan menjadi lebih berwarna karena ia sering memberikan pengetahuan, pengalaman, dan bantuan saat mereka menghadapi kesulitan.
Dalam perjalanan tersebut, N-ou, Si Putih, dan Br-ham mengunjungi berbagai wilayah yang memiliki kondisi berbeda-beda. Mereka menemukan kota-kota yang masih sederhana dan jauh dari teknologi modern. Di tempat-tempat itu, mereka menyaksikan bagaimana kekuasaan dijalankan oleh para pengendali hewan yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Konflik mulai memuncak ketika mereka berhadapan dengan penguasa yang menyalahgunakan kekuatan demi kepentingan pribadi. N-ou yang tumbuh menjadi remaja cerdas dan pemberani tidak tinggal diam melihat ketidakadilan yang terjadi. Bersama Si Putih dan teman-temannya, ia berusaha membantu masyarakat yang tertindas dan melawan pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang.
Berbagai pertempuran dan tantangan harus mereka hadapi, termasuk pertarungan melawan pengendali hewan yang sangat kuat. Dalam situasi berbahaya tersebut, ikatan antara N-ou dan Si Putih menjadi semakin kuat. Kerja sama, keberanian, dan rasa saling percaya membantu mereka melewati berbagai rintangan yang tampaknya mustahil untuk dihadapi.
Pada akhirnya, petualangan panjang itu membawa perubahan besar dalam kehidupan N-ou maupun Si Putih. Kisah ini menjelaskan bagaimana Si Putih tumbuh menjadi sosok yang setia, berani, dan penuh kasih sayang seperti yang dikenal pembaca dalam serial Bumi. Novel Si Putih tidak hanya memperluas dunia paralel yang telah dibangun sebelumnya, tetapi juga memberikan latar belakang yang menarik bagi salah satu karakter paling disukai dalam serial tersebut.