Opini

Pagi di Klakah: Antara Kabut, Kopi, dan Harapan

Udara dingin menyambut setiap pagi di Kecamatan Klakah. Dari kejauhan, Gunung Lemongan terlihat gagah dengan puncaknya diselimuti kabut tipis.‎Warga mulai beraktivitas sebagian membawa hasil panen sayur ke pasar, sebagian lagi menyiapkan alat tangkap untuk mencari ikan di Ranu Klakah.

‎‎Anak-anak kecil berlarian di jalan desa yang masih lembab oleh embun, menyapa ramah siapa pun yang lewat. “Selamat pagi, Pak!” seru mereka.‎Klakah bukan hanya sekadar tempat tinggal ia adalah ruang hidup yang hangat, di mana alam dan manusia saling bertautan.

Related posts

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN DIMULAI DARI LANGKAH LANGKAH KECIL KITA

Muhammad Mauluddin

Pesantren Genggong Probolinggo, Pusat Pendidikan Islam Berusia Lebih dari Satu Abad.

Rafli Rhomadhoni

Negara di Atas Panggung: Ketika Seremoni Lebih Mahal daripada Dampak

halo.narasimu

Leave a Comment

error: Content is protected !!