Opini

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

.Disini saya akan menceritakan sebuah kisah, kisah ini ada seorang gadis yang bernama Tania, keluarga Tania, dan penyelamat hidup Tania sekaligus keluarga Tania yang bernama Danar. Sebenarnya saya kesal di cerita ini bukan karena kisah hidup seorang Tania, tapi lebih ke kisah cinta antara Tania dan Danar ini.

Selanjutnya saya akan memulai kisah ini diceritakan dengan keluarga Tania yang beranggota Mama Tania dan Dede atau Adik Tania. Disini di keluarga kecil ini mereka harus hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk setelah Ayah Tania meninggal dunia. Di waktu itu keluarga Tania saja tidak mampu untuk mengontrak sebuah kamar untuk ditinggali dan alhasil mereka terpaksa tinggal di bawah jembatan dan di dekat jembatan itu ada taman kecil yang indah. Di sana mereka membuat rumah kardus yang tak layak untuk ditinggali.Singkatnya, disaat mereka sudah menetap di rumah kardus itu, diwaktu itu Tania yang masih bersekolah SD dia harus berhenti bersekolah dikarenakan faktor ekonomi yang susah pada waktu itu dan di saat itu Tania dan adiknya yang masih kecil terpaksa mengamen untuk mencari makan, sedangkan ibunya tetap di rumah kardus itu karena sang ibu jatuh sakit setelah kehilangan suaminya.Di malam yang sunyi disaat mereka mengamen seperti biasanya di stasiun kereta, tiba-tiba Tania ini mengalami sebuah musibah berupa kaki Tania ini tertancap paku payung. Disaat itu suasana malam di stasiun sepi, tidak ada yang bisa menolongnya, sedangkan adik Tania yang masih kecil ini menangis karena melihat kakaknya yang sedang kesakitan dan dia sendiri tidak tahu mau berbuat apa pada saat itu. Dan disitulah sosok bernama Danar ini muncul. Nah disini lah awal rasa kagum atau rasa suka Tania ini mulai muncul.Dan pada hari itu Danar ini mulai membantu keluarga Tania yang pada saat itu keluarga Tania ini sedang kesusahan. Sekarang mulai stabil tentang biaya hidup, kehidupan yang layak bagi keluarga Tania, sampai-sampai Tania dan adiknya ini disekolahkan lagi oleh Danar ini karena Danar ini menganggap mereka seperti keluarga dan memiliki seorang ibu lah.Dan hari-hari berlalu, Ibu Tania jatuh sakit dan dia dirawat di rumah sakit. Saat itu ibunya Tania mengalami penyakit TBC. Disaat itu pun Tania dan adiknya khawatir dengan kondisi ibunya yang memburuk.Dan pada waktu Tania ini sudah remaja, dia mulai sadar akan sesuatu bahwa dia sebenarnya ini jatuh cinta kepada Danar, tetapi dia memendam perasaan itu. Dia takut kalau suatu hari dia akan dibenci oleh Danar. Nah masalah inilah yang menyebabkan mereka tidak bisa mengungkapkan perasaannya.

Related posts

BIOGRAFI DAN KEPRIBADIAN KIAI.HAJI MASYKUR

Muhammad Mauluddin

Seni sebagai Terapi dan Ekspresi diri

Ike Mawar Yuni Arifin

Negara di Atas Panggung: Ketika Seremoni Lebih Mahal daripada Dampak

halo.narasimu

Leave a Comment

error: Content is protected !!