BukuNonfiksi

Buku Membuka Ingatan : memoar tokoh NU yang terlupakan

Kalau ngomongin sejarah, banyak orang langsung ngebayangin buku tebal yang isinya tanggal, nama tokoh, dan peristiwa yang bikin ngantuk. Tapi Membuka Ingatan terbitan Pustaka Tebuireng justru menawarkan sesuatu yang berbeda. Buku ini mengajak pembaca buat “flashback” ke masa lalu dan mengenal tokoh-tokoh NU yang punya kontribusi besar, tapi namanya nggak sepopuler tokoh-tokoh utama yang sering muncul di buku sejarah.Yang bikin buku ini menarik adalah fokusnya pada sosok-sosok yang sering terlupakan. Ibarat sebuah film, mereka bukan pemeran utama yang sering muncul di layar, tapi tanpa mereka cerita nggak bakal jalan. Dari buku ini, kita bisa lihat kalau sejarah ternyata nggak cuma dibentuk oleh orang-orang besar yang terkenal, tetapi juga oleh mereka yang bekerja diam-diam di belakang layar dengan penuh dedikasi.Selain membahas perjalanan hidup para tokoh, buku ini juga membawa pembaca masuk ke suasana politik dan sosial Indonesia pada zamannya. Kita bisa memahami bagaimana para tokoh tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik politik, perubahan zaman, sampai perjuangan mempertahankan nilai-nilai yang mereka yakini. Jadi, buku ini bukan cuma soal biografi, tapi juga memberikan gambaran tentang Indonesia di masa lalu.Dari segi penulisan, bahasanya cukup serius, tetapi tetap enak diikuti. Memang ada beberapa bagian yang terasa agak berat, terutama kalau pembaca belum familiar dengan sejarah NU atau politik Indonesia. Namun justru di situlah letak nilai buku ini: kita diajak untuk berpikir lebih dalam dan melihat sejarah dari perspektif yang lebih luas.Hal yang paling ngena dari buku ini adalah pesannya bahwa tidak semua pejuang harus terkenal. Banyak orang hebat yang jasanya besar, tetapi namanya perlahan hilang dari ingatan publik. Membuka Ingatan hadir untuk mengingatkan bahwa setiap generasi punya tanggung jawab menjaga memori sejarah agar tidak hilang begitu saja.Buat mahasiswa, aktivis, atau anak muda yang suka sejarah dan pergerakan sosial, buku ini layak masuk daftar bacaan. Mungkin buku ini nggak memberikan cerita yang santai seperti novel, tapi setelah selesai membacanya, kita bakal sadar bahwa sejarah Indonesia jauh lebih kompleks dan menarik daripada yang sering diajarkan di kelas.

Related posts

MANUSIA DAN BADAINYA Karya Syahid Muhammad

NawalZakiyah

“Umar bin Khattab” karya Muhammad Husain Haekal

halo.narasimu

172 Days

Humaidi

Leave a Comment

error: Content is protected !!