Dia Angkasa merupakan novel karya Nurul Hidayah El Hasna yang mengangkat kisah romansa remaja dengan tema keluarga, persahabatan, luka masa lalu, dan perjuangan untuk mencintai diri sendiri. Novel ini menghadirkan cerita yang penuh emosi melalui perjalanan dua remaja yang sama-sama menyimpan masalah dalam hidup mereka.
Cerita berpusat pada Angkasa Dirgantara, seorang siswa SMA yang dikenal sebagai ketua geng dan memiliki banyak teman. Di sekolah, Angkasa terlihat sebagai sosok yang kuat, percaya diri, dan selalu menjadi pusat perhatian. Namun di balik semua itu, ia menyimpan berbagai masalah pribadi yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain.
Angkasa hidup dalam keluarga yang tidak sehangat yang terlihat dari luar. Berbagai konflik yang terjadi di rumah membuatnya terbiasa memendam perasaan sendiri. Ia memilih menutupi luka yang dimiliki dengan sikap santai dan senyum yang selalu terlihat di wajahnya. Tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana beratnya beban yang ia tanggung setiap hari.
Di sisi lain, terdapat seorang gadis bernama Aurora yang memiliki kehidupan yang tidak kalah rumit. Aurora dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan lebih suka menyendiri. Ia sering merasa tidak dihargai oleh lingkungan sekitarnya dan harus berjuang menghadapi berbagai tekanan yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri.
Pertemuan antara Angkasa dan Aurora menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan mereka. Awalnya hubungan mereka berlangsung biasa saja. Namun seiring waktu, keduanya mulai sering berinteraksi dan saling mengenal lebih dekat. Dari situlah mereka mulai menyadari bahwa masing-masing menyimpan luka yang hampir serupa.
Angkasa perlahan menjadi tempat bagi Aurora untuk bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Sebaliknya, Aurora juga membantu Angkasa memahami bahwa tidak semua masalah harus dihadapi sendirian. Kehadiran satu sama lain membuat mereka menemukan kenyamanan yang selama ini sulit mereka dapatkan.
Meski hubungan mereka semakin dekat, berbagai konflik tetap datang silih berganti. Masalah keluarga, pertemanan, dan kesalahpahaman sering kali menguji hubungan yang sedang mereka bangun. Beberapa keputusan yang diambil juga membawa konsekuensi yang membuat keduanya harus belajar menjadi lebih dewasa.
Di tengah berbagai ujian tersebut, Angkasa berusaha tetap menjadi sosok yang kuat bagi orang-orang yang ia sayangi. Namun semakin lama, ia menyadari bahwa menjadi kuat bukan berarti harus selalu menyembunyikan rasa sakit. Ia mulai belajar menerima kelemahannya dan meminta bantuan ketika memang membutuhkannya.
Sementara itu, Aurora perlahan menemukan kembali kepercayaan dirinya. Ia mulai memahami bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh pendapat orang lain. Dengan dukungan orang-orang terdekat, Aurora berusaha bangkit dan membangun hidup yang lebih baik untuk dirinya sendiri.
Pada akhirnya, Dia Angkasa menghadirkan kisah yang hangat sekaligus mengharukan tentang cinta, keluarga, dan proses penyembuhan luka batin. Novel ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing, dan terkadang kehadiran seseorang yang tulus dapat menjadi alasan untuk tetap bertahan dan melangkah maju.
Novel Dia Angkasa mengajarkan bahwa setiap orang memiliki masalah yang mungkin tidak terlihat dari luar. Oleh karena itu, penting untuk bersikap lebih peduli dan tidak mudah menghakimi kehidupan orang lain hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.
Selain itu, novel ini juga menunjukkan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Ketika seseorang berani membuka diri dan menerima dukungan dari orang-orang yang peduli, proses penyembuhan akan menjadi lebih mudah untuk dijalani.