BukuInsightPengetahuanSelf Improvement

Jomo sapiens karya Astrid Savitri

Buku ini menjelaskan tentang keadaan kita yang sering ikut-ikut an trend sekarang. Penulis menunjukkan bahwa media sosial membuat kita terus membandingkan hidup dengan orang lain sehingga muncul rasa kurang puas terhadap kehidupan sendiri.

Keadaan tersebut sering kita dengar dengan istilah FOMO yaitu fear of missing out yang berarti takut ketinggalan informasi dan selalu ingin mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Akibat fomo seseorang menjadi mudah cemas, lelah mental, dan sulit menikmati hidup saat ini.

Ternyata dibuku ini ada satu bab yang menjelaskan tentang bagaimana otak kita saat mengalami fomo?
Di bab tersebut penulis mengatakan di otak kita ada salah satu otak yang namanya otak Amigdala. Otak ini khusus mendeteksi apakah seseorang ini dikucilkan atau ditinggalkan oleh suatu kelompok. Akibat Fomo dan kurang update biasanya seseorang akan merasa dikucilkan oleh circlenya dan otak Amigdala ini yang mendeteksi keadaannya. Dan yang paling beresiko mengalami fomo adalah mereka yang Amigdalanya sudah sangat sensitif merasakan ancaman dari lingkungan.

Setelah menjelaskan FOMO, penulis memperkenalkan JOMO (Joy of Missing Out).
Jomo ini berarti Tidak masalah jika tidak mengikuti semua tren.Fokusnya adalah menikmati apa yang sedang kita jalani sekarang.Di bagian akhir, penulis mengajak pembaca menjadi “Jomo Sapiens”, yaitu manusia yang: Tidak mudah terpengaruh tren, Lebih sadar terhadap kebutuhan diri, dan Tidak hidup berdasarkan validasi orang lain.

Selain fomo dan jomo ada juga FOBO istilah baru yang diciptakan oleh Patrick Mcginnis pada tahun 2018 beliau adalah seorang pebisnis asal Amerika. FOBO adalah fear of better opinion yang merupakan kembaran dari fomo yang berbahaya.

FOBO ini membuat kita menunda-nunda untuk mengambil keputusan yang akan kita pilih karena adanya angan-angan akan ada keputusan yang lebih baik didepan atau menunggu sampai banyak opsi pilihan lainnya.

Perasaan FOBO ini seringkali dirasakan oleh kita semua. Karena semakin banyak pilihan yang harus kita putuskan, maka semakin banyak juga keputusan yang harus kita pertimbangkan. Dan pada akhirnya kita akan berfikir ” ini sudah benar atau tidak ya” atau “nanti ada keputusan yang lebih baik mungkin”. Bahkan pendapat atau keputusan yang lebih baik belum tentu akan datang.

Menurut Patrick Mcginnis dia mengatakan “Semakin powerful dirimu, makin banyak pilihan yang kamu miliki dan saat itulah kamu bisa mengalami FOBO”.

Untuk mengatasi keadaan dengan istilah yang dijelaskan diatas, ada satu cara yang paling ampuh menurut buku ini yaitu Minfullnes yang berarti kewarasan atau kesadaran.

Mindfulness adalah kemampuan untuk menyadari dan memperhatikan apa yang sedang terjadi saat ini dengan penuh kesadaran, tanpa terlalu memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Bab mindfulness mengajarkan kita untuk hidup di saat ini. Dengan mindfulness, kita tidak terlalu sibuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain atau apa yang kita lewatkan. Kita belajar menikmati momen yang sedang kita jalani sehingga bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang lebih nyata.

Related posts

Di Setiap Langkahku, Ada Jejak Kesabaran Ibu Yang Menjadi Alasan Aku Terus Mencoba

Ayu Puji Cahyani

Funiculi Funicula: Kisah-Kisah yang Baru Terungkap oleh Toshikazu Kawaguci

halo.narasimu

Di Balik Tawa Palsu di Koridor Sekolah: Potret Sunyi Bullying yang Masih Terabaikan

hip nara

Leave a Comment

error: Content is protected !!