Opini

Pagi di Klakah: Antara Kabut, Kopi, dan Harapan

Udara dingin menyambut setiap pagi di Kecamatan Klakah. Dari kejauhan, Gunung Lemongan terlihat gagah dengan puncaknya diselimuti kabut tipis.‎Warga mulai beraktivitas sebagian membawa hasil panen sayur ke pasar, sebagian lagi menyiapkan alat tangkap untuk mencari ikan di Ranu Klakah.

‎‎Anak-anak kecil berlarian di jalan desa yang masih lembab oleh embun, menyapa ramah siapa pun yang lewat. “Selamat pagi, Pak!” seru mereka.‎Klakah bukan hanya sekadar tempat tinggal ia adalah ruang hidup yang hangat, di mana alam dan manusia saling bertautan.

Related posts

Seni sebagai Terapi dan Ekspresi diri

Ike Mawar Yuni Arifin

CORTIS: Boy Group K-Pop Terbaru yang Menjanjikan dengan Konsep Unik

Dini Dwi Safitri

Mahasiswa Teknik Elektro UMY Lolos ke Konteks Robot Terbang Indonesia 2025 Tingkat Nasional

Ayu Puji Cahyani

Leave a Comment