Ibu adalah seorang yang sangat berpengaruh dalam hidup ku. Mengandungku selama 9 bulan dan membesarkan ku dengan kasih sayang hingga saat ini. Atas semua nasihat dan didikan darinya aku bisa menjadi yang terbaik seperti sekarang. Mendekapku dalam kehangatan rahimnya yang suci sebuah pengorbanan pertama yang takkan pernah terbalas. Sejak napas pertamaku, beliau telah menjadi nakhoda yang mengarahkan bahtera kehidupanku.
Perjuangannya untuk masa depan:
Banyak peluh yang ibu keluarkan untuk memenuhi kebutuhanku. Bekerja tanpa henti untuk masa depanku. Didikan darinya yang aku terapkan hingga saat ini sangat membantu ku. Setiap tetes peluh yang mengalir dari kening Ibu adalah sumpah kesetiaan pada masa depanku. Beliau bukan sekadar bekerja melainkan beliau adalah pejuang tangguh yang mengarungi lautan waktu, siang dan malam tanpa mengenal lelah, hanya demi memastikan aku memiliki hari esok yang lebih cerah dan berlimpah. Dan kini, didikan kokoh yang beliau tanamkan telah menjadi akar terkuat dalam diriku. Prinsip hidup yang diajarkannya bukanlah nasehat semata, melainkan pedoman yang kupegang teguh.
Nasihat yang terbaik:
Kata kata yang ibu berikan kepada ku dikala jenuh dan sedih membuat ku bangkit kembali dari perjalanan yang suram. Ibu selalu berkata padaku untuk selalu tenang dan berserah diri kepada Allah. Mendukung yang benar dan jauh dari kesalahan. Ibu selalu berusaha untuk menjadikan ku seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Berpegang teguh pada pendirian dan berani melawan yang salah. Kini, aku berdiri tegak, berkat ajarannya untuk berpegang teguh pada pendirian yang didasari kebenaran, dan memiliki keberanian moral untuk melawan yang salah. Kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan bukan hanya datang dari semangat diri, melainkan dari keyakinan yang beliau wariskan.