Insight

Sosok yang Menginspirasi, Keikhlasan dan Ketabahan

KH, Rosyidun Mulayadi S.Pd.I. Adalah figur pendidikan dan pemimpin yang telah memberikan warna tersendiri dalam dunia pendidikan di lingkungan pesantren. Beliau lahir di Pemekasan, 7 Februari 1972.

Awal mula berdirinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Sumberduren yang diasuh oleh KH, Rosyidun Mulyadi, S.Pd.I. dimulai pada tahun 1990. Pada masa itu, beliau mendirikan pondok di atas tanah wakaf dari H, Abdurrahman, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sumberduren.

Bangunan pertama yang didirikan bukanlah gedung permanen, melainkan bangunan sederhana dari bambu, menyerupai rumah kecil yang digunakan sebagai tempat belajar para santri. Meski sangat sederhana dan terbatas, tempat itu menjadi saksi awal perjuangan beliau dalam menanamkan ilmu dan nilai keislaman kepada para santri.

Pada awalnya, jumlah santri masih sedikit. Mereka belajar dengan penuh semangat di bawah bimbingan langsung KH, Rosyidun Mulyadi. Dengan ketegasan, keikhlasan, dan ketabahan beliau dalam mendidik, pondok pesantren ini perlahan berkembang.

Sikap disiplin dan kasih sayang beliau membuat semakin banyak masyarakat yang mempercayakan anak-anaknya untuk menimba ilmu di sana.Seiring berjalannya waktu, jumlah santri semakin bertambah, dan bangunan dari bambu itu pun mulai diperluas dan diperbaiki. Dari tempat belajar sederhana itulah, pondok pesantren ini tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang kokoh dan berpengaruh, dengan semangat keikhlasan dan keteguhan yang diwariskan oleh KH, Rosyidun Mulyadi.

Setiap kali aku mengenang sosok KH, Rosyidun Mulyadi, hatiku selalu diliputi rasa haru dan kagum yang mendalam. Beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga seorang teladan sejati yang menunjukkan arti keikhlasan dan keteguhan dalam mengabdi kepada Allah melalui dunia pendidikan.

Ketegasan beliau dalam mendidik santri tidak pernah terasa keras, melainkan penuh makna. Di balik tutur kata yang tegas, tersimpan kasih sayang yang tulus untuk membentuk santri menjadi pribadi disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia. Beliau selalu menekankan bahwa ilmu harus disertai adab, karena tanpa adab, ilmu akan kehilangan cahaya keberkahannya.

Yang paling mengharukan bagiku adalah keikhlasan dan ketabahan beliau. Dalam setiap langkah dan perjuangan, beliau tampak begitu sabar menghadapi berbagai ujian. Beliau mengajarkan bahwa keikhlasan adalah kekuatan terbesar dalam berjuang, dan ketabahan adalah jalan untuk mencapai keberhasilan sejati.

Meskipun menghadapi banyak tantangan, senyum dan semangat beliau tidak pernah pudar.Dari beliau aku belajar bahwa menjadi pendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Keteladanan beliau dalam bersikap, berbicara, dan berbuat menjadikan beliau sumber inspirasi bagiku untuk terus belajar, berjuang, dan berbuat dengan penuh keikhlasan.Sungguh, Kiai Rosyidun Mulyadi, bukan hanya mengajarkanku tentang pelajaran , tetapi juga mengajarkanku bagaimana menjadi manusia yang sabar, tulus, dan berjiwa kuat dalam menghadapi kehidupan.

Related posts

Di Setiap Langkahku, Ada Jejak Kesabaran Ibu Yang Menjadi Alasan Aku Terus Mencoba

Ayu Puji Cahyani

Langkah Kecil yang Bermakna Besar

Seftiana Sya'baniah

Harvey Moeis Dieksekusi ke Lapas Cibinong, Jalani Vonis 20 Tahun Penjara Kasus Timah

Alek Permadani

Leave a Comment