Berita

Siswa SD di Boyolali Koma Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah

Seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Sambi, Boyolali, berinisial AN, diduga menjadi korban perundungan hingga koma. Ia kini dirawat secara intensif di PICU RSUD dr Sardjito Yogyakarta setelah mengalami pembengkakan dan pendarahan otak akibat benturan benda tumpul. AN awalnya berangkat sekolah dalam kondisi baik, namun beberapa jam kemudian pihak sekolah mengabarkan bahwa ia tidak sadarkan diri dan harus dirujuk ke rumah sakit.

https://www.metrotvnews.com/read/NnjCeAyV-siswa-sd-di-boyolali-koma-diduga-jadi-korban-perundungan-di-sekolah

Kuasa hukum keluarga, Nova Satria Pamungkas, menjelaskan bahwa hasil CT scan menunjukkan adanya pembengkakan otak menyeluruh dan pendarahan di bagian kiri, yang mengarah pada dugaan kekerasan. Menurutnya, dokter juga bersedia menjadi saksi karena kondisi AN dinilai bukan akibat sakit biasa. Hingga kini, AN masih koma dan menjalani perawatan intensif.

Sebelumnya, keluarga korban telah melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Keluarga mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir AN sering mengeluh takut sekolah dan mengaku dibully oleh seorang teman sekelas berinisial A. Meski keluarga sudah beberapa kali melapor, pihak sekolah hanya menganggapnya sebagai kenakalan anak-anak sehingga tidak ada penanganan serius.

Sementara itu, salah satu guru, SI, membantah adanya perundungan dan menyebut informasi awal dari orang tua bahwa AN sudah merasa pusing sejak di rumah. Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat memberikan keterangan lebih jauh.

Related posts

Grup Idola Thailand Jasper Resmi Debut, Gaet Perhatian Penggemar Asia

Jamilatuz Zahro

Gaya Nyentrik Menteri Purbaya Berintegritas, di Sukai Masyarakat.

Rafli Rhomadhoni

Mahasiswa Angkatan 2024 Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Sukses Menggelar Seminar Studi Al- Qur’an Bertema “Kritik Al-Qur’an terhadap Feodalisme” di Aula KH. Hasan Genggong, Rabu (12/11).

Rafli Rhomadhoni

Leave a Comment