Setiap orang pasti pernah bertemu seseorang yang kehadirannya tampak biasa, tetapi pengaruhnya tidak pernah sederhana. Itulah yang kurasakan sejak mengenal Alvin Nur Romadoniah, teman yang lahir pada 24 Oktober 2005 dan akrab dipanggil Pipin.
Perkenalan kami tidak diawali sesuatu yang dramatis hanya percakapan kecil yang lama-lama membuka pintu tentang siapa ia sebenarnya.Pipin adalah tipe orang yang tidak banyak bicara tentang dirinya, tetapi banyak menunjukkan lewat tindakan. Ia selalu punya cara sederhana untuk membuat orang lain merasa didengar.
Saat aku mulai kewalahan dengan tugas, ia datang tanpa diminta, membawa penjelasan yang singkat tapi jelas. Ketika aku hampir menyerah pada hal-hal kecil yang melelahkan, ia menyodorkan kalimat yang membuatku kembali bangkit: “Capek boleh, berhenti jangan.”Dari Pipin, aku belajar bahwa inspirasi tidak selalu berupa prestasi besar atau kata-kata yang lantang.
Kadang, inspirasi justru hadir dari seseorang yang konsisten dalam kebaikan kecil. Ia tidak pernah menuntut balasan atau mencari sorotan, tetapi keberadaannya membuat perjalanan terasa lebih ringan. Sikap tenang, ketekunan, dan caranya memandang masalah dengan kepala dingin membuatku sering berpikir ulang sebelum mengeluh.
Ada satu momen yang paling tidak kulupakan. Ketika aku merasa gagal total dan ingin mundur dari sesuatu yang sudah lama kujalani, Pipin duduk di sampingku dan berkata pelan, “Kalau kamu percaya sama dirimu setengah dari aku percaya sama kamu, kamu pasti bisa lewat ini.” Kalimat sederhana itu justru mengubah caraku memandang diriku sendiri.
Kini, setiap kali aku menghadapi kesulitan, aku teringat bagaimana Pipin menghadapi hidupnya—pelan, pasti, tanpa banyak drama, tapi penuh rasa syukur. Ia mengajarkan bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah rapuh, melainkan tetap berjalan meski langkah terasa berat.
Pipin mungkin tidak menyadari betapa besar pengaruhnya, tetapi bagiku, ia adalah salah satu alasan aku terus belajar menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Teman seperti dia tidak datang setiap hari, dan aku bersyukur pernah berjalan sejauh ini bersama seseorang yang diam-diam menjadi inspirasiku.