Probolinggo – Tradisi pasar malam kembali hadir di Desa Tiris bertepatan dengan peringatan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar malam menjadi acara yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian syiar dan perayaan Maulid.Tahun ini, pasar malam resmi dibuka pada 3 September.
Sejak hari pertama, suasana Desa Tiris berubah semarak. Ratusan warga berbondong-bondong datang memenuhi lapangan desa yang telah disulap menjadi pusat hiburan rakyat. Aneka wahana permainan seperti komidi putar, tong setan, hingga kuda-kudaan menjadi daya tarik utama bagi anak-anak.Selain permainan, puluhan pedagang juga meramaikan suasana dengan menjual berbagai jajanan tradisional, mainan anak, hingga pakaian. Aroma jagung bakar, martabak, dan sate membuat pengunjung betah berlama-lama.
Menurut panitia penyelenggara, pasar malam ini bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga ruang berkumpul bagi masyarakat Desa Tiris. Setiap malam Minggu, jumlah pengunjung biasanya meningkat signifikan, sehingga suasana pasar malam terasa lebih ramai dibanding hari-hari lainnya.Sejak dua tahun terakhir, setiap peringatan Maulid Nabi di Desa Tiris selalu didatangi pasar malam. Tidak hanya itu, pada bulan Ramadan pun pasar malam juga rutin hadir dan menjadi hiburan rakyat yang dinanti masyarakat.