Opini

Pergaulan Remaja di Zaman Sekarang

Menurutku, pergaulan remaja zaman sekarang itu punya dua sisi bisa jadi hal yang sangat positif, tapi juga bisa jadi bahaya kalau kita nggak pandai jaga diri. Remaja adalah masa di mana seseorang lagi seneng-senengnya nyari jati diri. Di masa ini, banyak remaja mulai pengin punya banyak teman, coba hal baru, dan kadang juga gampang kebawa suasana lingkungan sekitar. Pergaulan itu memang penting, karena lewat teman dan lingkungan, kita bisa belajar cara bersosialisasi, ngembangin cara berpikir, dan belajar memahami perbedaan satu sama lain.

Tapi sayangnya, nggak semua lingkungan pergaulan itu baik. Sekarang, karena perkembangan teknologi dan media sosial, pergaulan makin luas. Anak remaja bisa kenal sama siapa aja dari mana aja, nggak terbatas sama lingkungan rumah atau sekolah. Nah, di sinilah tantangannya. Banyak remaja yang akhirnya salah pergaulan karena gampang terpengaruh, entah itu mulai coba hal negatif kayak merokok, bolos sekolah, sampai ikut pergaulan bebas yang ujungnya malah ngerugiin diri sendiri.

Selain itu, tekanan dari lingkungan juga besar banget. Kadang, remaja merasa harus ikut apa yang temannya lakuin supaya nggak dianggap “ketinggalan zaman” atau dikucilkan. Padahal, kalau dipikir lagi, ikut-ikutan itu nggak bikin kita jadi lebih keren, malah kadang bikin kita kehilangan jati diri. Kita jadi nggak tau mana yang benar-benar kita mau dan mana yang cuma ikut orang lain.

Padahal, pergaulan yang sehat justru bisa bikin remaja berkembang ke arah positif. Teman yang baik bakal ngedorong kita buat jadi versi terbaik dari diri kita. Misalnya, mereka ngajak belajar bareng, support mimpi kita, atau sekadar jadi pendengar yang baik saat kita lagi down. Makanya penting banget buat remaja milih lingkungan pertemanan yang bikin berkembang, bukan yang bikin jatuh.

Menurutku, kunci dari semua ini ada di diri kita sendiri. Remaja harus punya prinsip yang kuat. Kalau kita udah tau mana yang baik dan mana yang enggak, kita nggak akan gampang kebawa arus. Kita juga harus berani bilang “nggak” kalau ada ajakan yang nggak sesuai sama nilai atau tujuan hidup kita. Soalnya, masa remaja itu fondasi buat masa depan. Kalau di masa ini kita salah langkah, dampaknya bisa panjang banget.

Jadi intinya, pergaulan remaja itu bukan sesuatu yang salah. Justru itu bagian penting dari proses tumbuh dan belajar. Tapi kita harus bisa ngontrol, milih lingkungan yang tepat, dan nggak gampang kebawa arus negatif. Karena teman yang salah bisa bikin kita jatuh, tapi teman yang tepat bisa bantu kita jadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.

Related posts

Sekolahku Untuk ayahku

Sri Wahyuni

Dialog Hangat di Candi Jabung, Bupati Gus dr. Haris, Mahasiswa, dan Warga Sepakat Jaga Kedamaian Probolinggo.

Rafli Rhomadhoni

Kurikulum Merdeka antara Idealisme dan Realitas di Lapangan

Seftiana Sya'baniah

Leave a Comment