Patrick Kluivert resmi dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Kamis, 16 Oktober 2025. Pemecatan ini dilakukan oleh PSSI setelah Kluivert gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan pemecatan diambil secara musyawarah antara PSSI dan tim kepelatihan Kluivert, yang semula dikontrak dua tahun sejak Januari 2025. Selama sekitar sembilan bulan bertugas, Kluivert mencatatkan tiga kemenangan, satu seri, dan empat kekalahan dalam delapan pertandingan official bersama tim dan mencetak 11 gol serta kebobolan 15 gol.
Patrick Kluivert memulai masa jabatannya dengan hasil yang kurang memuaskan, termasuk kekalahan telak 1-5 dari Australia pada laga perdana Maret 2025. Meski kemudian berhasil meraih kemenangan atas Bahrain dan China di kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga, hasil tersebut belum cukup untuk mengamankan langkah Indonesia ke babak selanjutnya. Dalam fase keempat kualifikasi Asia, Indonesia menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), yang semakin memperkuat tekanan terhadap Kluivert dan staf pelatihnya.
Selama masa kepelatihannya, Timnas Indonesia menunjukan ketidakstabilan performa dengan persentase kemenangan hanya 37,5 persen. Meski sempat meraih kemenangan besar 6-0 atas Taiwan dalam laga persahabatan FIFA Matchday, rangkaian hasil negatif di laga resmi kualifikasi menimbulkan kekecewaan publik dan muncul tekanan besar di media sosial terhadap Kluivert. Kegagalan membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 menjadi alasan utama keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda itu, menandai akhir singkat perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia.