The Subtle Art of Not Giving a Fck* karya Mark Manson (yang diterjemahkan menjadi Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat) pada dasarnya bukan sekadar buku...
Buku Markesot Bertutur menurut saya cukup berbeda dibandingkan dengan buku-buku yang memiliki alur cerita linier dari awal hingga akhir. Sejak awal, sudah terasa bahwa buku...
Cerpen Robohnya Surau Kami menurut saya merupakan salah satu cerita yang paling “mengena” jika dibaca dengan perlahan dan dipahami secara mendalam. Sekilas, cerpen ini tampak...
Kalau berbicara tentang Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, saya merasa novel ini bukan sekadar cerita tentang kehidupan desa biasa, tetapi lebih sebagai potret manusia...
Kalau biasanya buku filsafat identik dengan pembahasan yang berat, penuh istilah asing, dan bikin pembaca pusing sebelum sampai halaman ke-20, Mencangkul di Yunani karya Ach....
Kalau mendengar judul Muslim Tanpa Masjid, mungkin banyak orang langsung berpikir buku ini sedang mengkritik orang yang jarang salat atau tidak datang ke masjid. Padahal,...
Di tengah zaman ketika banyak orang sibuk mengejar validasi dari media sosial, pencapaian akademik, maupun kesuksesan materi, buku Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja’far Al...
Di tengah era media sosial yang serba cepat, di mana banyak orang lebih suka melihat potongan video satu menit daripada membaca buku tebal, hadir sebuah...
Kalau biasanya kita belajar sejarah kemerdekaan Indonesia lewat nama-nama besar seperti Soekarno dan Hatta, maka membaca Menuju Merdeka 100 Persen karya Tan Malaka rasanya seperti...
Kalau ngomongin sejarah Indonesia, salah satu bab yang paling rumit sekaligus sensitif adalah hubungan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Banyak orang...