Pernah nggak sih kamu rebahan tapi otak justru muter kayak kipas angin rusak? Mikirin hal-hal kecil yang belum tentu kejadian — mulai dari “tadi aku ngomongnya salah nggak ya?” sampai “gimana kalau masa depanku gagal total?”. Nah, kalau iya, kamu nggak sendirian. Fenomena overthinking ini sudah jadi teman akrab banyak anak muda zaman sekarang.
Dunia Serba Cepat Pikiran Pun Lari Kencang 😪
Hidup di era digital bikin segalanya bergerak cepat — notifikasi datang tanpa henti, berita baru muncul tiap detik, dan media sosial seakan memaksa kita buat terus “ada”. Di tengah derasnya informasi itu, otak kita kadang nggak sempat istirahat. Akhirnya, banyak dari kita terjebak di labirin pikiran sendiri, menganalisis segala hal sampai ke titik capek.
Psikolog menyebut overthinking sebagai bentuk kecemasan yang muncul ketika seseorang terlalu lama memproses suatu hal tanpa mengambil keputusan. Dampaknya? Tidur terganggu, semangat menurun, bahkan bisa memicu stres dan rasa tidak percaya diri.
Kenapa Anak Muda Rentan Overthinking? 🧒
Tekanan sosial jadi salah satu biang keladinya. Di media sosial, semua orang terlihat “sukses lebih dulu” — teman kuliah udah kerja, orang lain nikah muda, dan pencapaian orang lain seolah bikin kita merasa tertinggal. Padahal, hidup tiap orang punya waktunya masing-masing.
Selain itu, pola asuh dan lingkungan juga berpengaruh. Banyak remaja tumbuh dengan standar tinggi, takut gagal, dan akhirnya belajar memendam kekhawatiran sendiri. Lama-lama, kebiasaan mikir berlebihan ini berubah jadi gaya hidup tanpa sadar.
Belajar Melepaskan 🌿
Menghentikan overthinking memang nggak semudah bilang “udah, jangan dipikirin”. Tapi bukan berarti mustahil. Mulailah dari hal kecil: batasi waktu main media sosial, tulis pikiranmu di jurnal, atau luangkan waktu buat aktivitas yang bikin rileks — kayak jalan sore, denger musik, atau ngobrol dengan orang yang kamu percaya.Kuncinya, bukan berhenti mikir, tapi tahu kapan harus berhenti. Karena nggak semua hal butuh jawaban sekarang juga.
Kadang pikiran cuma butuh diajak istirahat, bukan dipaksa cari solusi.