Feature

“Menjaga Alam di Tengah Kota: Kisah Komunitas Hijau Surabaya”

Di tengah panasnya terik kota Surabaya, ada sudut yang berbeda di kawasan Wonokromo. Sebuah taman kecil dengan aroma tanah basah dan hijaunya daun-daun muda menjadi tempat berkumpulnya sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Komunitas Hijau Surabaya.

Setiap Minggu pagi, mereka datang dengan cangkul, bibit tanaman, dan semangat menjaga bumi. Tidak ada bayaran, tidak pula sponsor besar. “Kami hanya ingin kota ini tetap punya tempat bernafas,” ujar Rani, salah satu pendiri komunitas itu, sambil menyiram bibit cabai di tepi jalan.

Gerakan mereka dimulai dari keresahan sederhana: terlalu banyak beton, terlalu sedikit pohon. Kini, setelah tiga tahun berjalan, sudah lebih dari 500 pohon ditanam di berbagai sudut kota. Masyarakat sekitar pun mulai ikut menanam di depan rumah mereka.

Namun perjuangan tak selalu mudah. “Pernah taman yang kami rawat berbulan-bulan dirusak orang yang parkir sembarangan,” kenang Rani. Meski begitu, mereka tak menyerah. “Kalau kami berhenti, siapa lagi yang peduli?”

Kini, komunitas tersebut bukan hanya menanam, tetapi juga mengedukasi anak-anak sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan cara sederhana dan menyenangkan, mereka menumbuhkan harapan baru untuk bumi yang lebih hijau di masa depan. “Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil bahkan dari satu pohon,” kata Rani dengan senyum yang menenangkan.

Sumber: https://surabayahijau.go.id/berita/komunitas-hijau-500-pohon

Related posts

Perjalanan Inspiratif Dr. Jimmy Jirathapol: Dari Belajar di Swiss hingga Menjadi Dokter dan Aktor Berprestasi

Jamilatuz Zahro

Dari Kelopak hingga Jeritan: Kisah Uji Nyali dan Tawa Manis di Santera De Laponte Malang

Afifah Afifah

Senyum Dua Putri Tukang Rongsokan di Jepara yang Kini Bisa Sekolah Gratis

Nofia Sugist

Leave a Comment