Sastra

Mengagumi di sepertiga malam

Di sepertiga malam, dunia seakan berhenti bernafas.

Langit berbisik lembut, bintang menunduk malu, dan hanya detak hati yang terdengar jelas.

Di saat itu, aku belajar bahwa keheningan bukan kekosongan melainkan ruang bagi jiwa untuk berbicara.

Aku kagum pada malam yang tak pernah menuntut balasan,hanya setia menanti mereka yang rindu akan ketenangan.

Di antara doa yang naik perlahan dan air mata yang jatuh tanpa suara, ada kekaguman yang tak terucap kepada Sang Pencipta yang mendengar bahkan tanpa kata.

Di sepertiga malam, aku mengagumi kelembutan takdir,bahwa setiap luka punya waktu untuk sembuh,setiap penantian punya arti,dan setiap sujud yang hening,adalah percakapan paling jujur antara manusia dan Tuhannya.

Related posts

Bunga Mawar di Desa

Nabilatus Syakinah Azzahro

Kebebasan yang Tak Semanis Mimpi

Na ifa

Rindu Yang Membawaku Pulang

Ayu Puji Cahyani

Leave a Comment