Sastra

Menemukan Tenang di Tengah Bising Dunia

Dalam keseharian yang kian cepat, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa jeda. Kita bangun pagi, bergegas menuntaskan kewajiban, dan kadang lupa menanyakan kabar pada diri sendiri. Dunia modern seakan menuntut kita untuk selalu tangguh—tanpa lelah, tanpa keluhan. Namun di balik senyum dan langkah cepat itu, banyak orang menyimpan kelelahan yang tak tampak.

Aku sendiri pernah mengalaminya. Di antara tumpukan tugas kuliah dan ekspektasi dari banyak arah, ada masa ketika aku merasa kehilangan arah. Semua terlihat berjalan seperti biasa, tapi hatiku tak benar-benar hadir. Dari situ aku belajar bahwa tenang bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk tetap percaya di tengah kekacauan.

Menemukan tenang bukan perkara mudah. Kadang perlu waktu, tangis, dan kesepian untuk benar-benar mengerti maknanya. Kini, setiap kali aku merasa penat, aku mencoba berhenti sejenak, menarik napas, dan bersyukur atas apa yang masih ada. Karena sejatinya, kebahagiaan tak selalu datang dari hal besar, tapi dari kesediaan kita menikmati hal-hal kecil di sekitar.

Hidup ini memang bising, tapi di antara bising itu, selalu ada ruang kecil untuk menemukan tenang—asal kita mau mendengarnya.

Related posts

Bulan

Ike Mawar Yuni Arifin

Sepenggal Cerita Hati

Bela Dwi Lestari

Gema di Nabastala

Intan Faiqotul laili

Leave a Comment