Opini

Menegakkan keadilan dan menjaga moral bangsa

Sering saya katakan bahwa negara ini berdiri di atas hukum, bukan di atas kekuasaan. Itulah prinsip yang tertulis dalam konstitusi kita. Kalau hukum bisa dibeli, kalau hukum bisa ditawar-tawar, maka yang kita miliki bukan negara hukum, tapi negara kekuasaan. Dan itu berbahaya, karena kekuasaan tanpa hukum hanya akan melahirkan kesewenang-wenangan.

Kita tidak boleh menutup mata bahwa penegakan hukum di negeri ini masih belum sempurna. Masih ada hukum yang tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Tapi saya selalu percaya, memperbaiki hukum tidak bisa hanya dengan mengganti aturan, melainkan dengan memperbaiki moral orang-orang yang menjalankannya. Karena hukum yang baik sekalipun akan gagal ditegakkan kalau dijalankan oleh orang yang tidak bermoral.

Saudara-saudara,Keadilan bukanlah hadiah, tapi hasil perjuangan. Dalam sejarah bangsa ini, keadilan selalu menjadi cita-cita besar yang tidak pernah selesai diperjuangkan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaganya. Jangan biarkan keadilan menjadi slogan kosong. Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban dari sistem yang lemah. Negara harus hadir, hukum harus berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan.

Saya sering ditanya, mengapa saya selalu berbicara soal hukum dan moral? Karena dua hal itu adalah tiang penopang bangsa. Kalau salah satu roboh, maka robohlah negara ini. Hukum tanpa moral akan melahirkan kezaliman. Moral tanpa hukum akan menciptakan kekacauan. Maka keduanya harus berjalan seiring — hukum yang adil dan moral yang kuat.

Kita semua punya peran. Mahasiswa, pejabat, aparat penegak hukum, bahkan masyarakat biasa. Jangan menunggu orang lain untuk memperbaiki keadaan. Mulailah dari diri sendiri: jujur, adil, dan berani membela kebenaran walau kecil. Karena bangsa yang besar bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi karena rakyatnya berani menjaga kejujuran dan keadilan.

Saudara-saudara sekalian,Saya percaya, jika hukum ditegakkan dengan hati bersih dan niat tulus, maka bangsa ini akan menjadi kuat dan bermartabat. Kita akan dikenal bukan karena kekuasaan atau kekayaan, tapi karena keadilan dan moralitas yang kita junjung tinggi. Itulah Indonesia yang kita cita-citakan bersama.

Related posts

Bullying di Sekolah Tanggung Jawab Siapa?

Sri Wahyuni

Menanam Pohon, Menanam Harapan untuk Masa Depan

Lukmanul Hakim

KRIPIK JAHE PROBOLINGGO POTENSI TRADISIONAL YANG TERUS BERKEMBANG

Novia Putri

Leave a Comment