Opini

Menanam Pohon, Menanam Harapan untuk Masa Depan

Setiap tahun, Indonesia kehilangan jutaan hektare hutan akibat penebangan liar dan alih fungsi lahan. Dampaknya nyata: banjir, kekeringan, hingga udara yang semakin panas. Menurut saya, gerakan menanam pohon seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia yang peduli pada keberlanjutan bumi.

Masalah lingkungan bukan lagi isu jauh yang hanya dibicarakan para aktivis. Ketika hujan sedikit saja menyebabkan banjir dan musim kemarau membuat air sulit didapat, itu tandanya keseimbangan alam sedang terganggu. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan masih rendah. Banyak yang berpikir bahwa menanam pohon adalah tugas pemerintah atau komunitas lingkungan, padahal setiap orang bisa ikut berkontribusi, sekecil apa pun.

Menanam satu pohon berarti memberi kehidupan bagi banyak makhluk. Pohon menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menahan erosi, dan memberikan kesejukan. Di tengah ancaman perubahan iklim global, tindakan sederhana ini menjadi langkah nyata untuk menyelamatkan bumi. Pemerintah sebaiknya menggencarkan program penghijauan berbasis masyarakat dengan dukungan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah.

Kita tidak bisa terus bergantung pada pihak lain untuk menyelamatkan bumi. Saatnya setiap individu mengambil peran, mulai dari lingkungan terdekat. Menanam pohon bukan sekadar aksi hijau itu adalah bentuk cinta kepada generasi mendatang. Karena ketika kita menanam pohon, sesungguhnya kita sedang menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Related posts

Bahaya TikTok: Antara Hiburan, Propaganda, dan Ancaman Literasi Digital

Intan Faiqotul laili

Dakwah Melalui Game Roblox: inovasi Husein Basyaiban di Era Digital

Zida Sabrina

Cuaca Tak Menentu, Kekhawatiran Petani dan Warga yang Akan Menikah

Febriyanti Adelia

Leave a Comment