Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang, sudah terlihat dimana pendidikan mengalami perubahan yang sangat signifikan dengan hadirnya teknologi sebagai alat utama. Teknologi memang memudahkan akses pembelajaran sehingga siapa saja bisa belajar lebih fleksibel tanpa batasan waktu dan tempat. Namun, perubahan hal tersebut membawa tantangan, terutama terkait bagaimana nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga dalam proses pendidikan. Teknologi seharusnya tidak menggantikan peran guru secara penuh, karena guru mempunyai peran penting dalam membangun hubungan emosional dan sosial dengan siswa yang sangat berpengaruh pada motivasi dan perkembangan empati mereka. Selain itu, interaksi langsung secara tatap muka itu penting sebab memberikan pengalaman komunikasi yang lebih kaya daripada hanya lewat layar, karena bahasa tubuh dan ekspresi sangat berperan dalam membentuk kemampuan sosial siswa seperti kolaborasi dan pengelolaan konflik. Jika diperhatikan masalah ketimpangan akses teknologi atau digital divide, yang masih menjadi kendala besar bagi pemerataan pendidikan. Jadi, peran pemerintah dan semua pihak terkait harus lebih serius menyediakan fasilitas dan pelatihan teknologi yang merata agar tidak ada siswa yang tertinggal.
Terakhir, penting untuk mengajarkan etika digital agar siswa tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tapi juga bertanggung jawab secara moral, misalnya agar mereka lebih kritis terhadap informasi dan bijak menggunakan media sosial. Jadi, pendidikan digital yang ideal adalah yang mampu menggabungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan agar mencetak generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Keseimbangan ini yang nantinya akan menjadi kunci keberhasilan pendidikan masa depan.