Kota Sibolga, Sumatera Utara, dilanda bencana hidrometeorologi berupa longsor dan banjir bandang yang menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah rumah, kendaraan, dan fasilitas umum rusak parah akibat material longsor yang menimbun beberapa wilayah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) siang, setelah hujan deras mengguyur wilayah Sibolga sejak Senin (24/11/2025) malam hingga keesokan harinya.
Bencana ini melanda sejumlah titik di Kota Sibolga, di antaranya:
1. Tangga Seratus – Cafe Rumah Uci, Kelurahan Pasar Baru, Jl. Lintas S.M. Raja. Longsor menimpa Cafe Rumah Uci dan Bengkel Beliham, merusak dua rumah serta tiga kendaraan. Dua orang masih dalam pencarian.
2. Bukit Aido Sibolga, Kelurahan Pancuran Gerobak. Material longsor menghantam lima rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
3. Belakang Masjid Budi Sehati, Kelurahan Pancuran Gerobak.Tiga rumah hancur akibat longsor, tiga orang menjadi korban, dua di antaranya masih hilang dan satu luka-luka.
4. Depan STPS Sibolga, Kelurahan Aek Parombunan. Dua rumah rusak berat dan satu orang meninggal dunia.
5. Belakang SMP Negeri 5 Sibolga, Jl. Sudirman Gg. Perjuangan, Kelurahan Aek Parombunan.Menjadi lokasi terparah, lima rumah rusak berat, empat orang meninggal dunia, dan diduga masih ada korban tertimbun.
6. Kampung Paten Huta Tonga Tonga, Kelurahan Huta Tonga Tonga. Dua rumah rusak berat dan dua warga mengalami luka-luka.
Korban terdiri dari warga setempat, termasuk seorang ibu dan anaknya yang tertimbun di kawasan Jalan Perjuangan, Kelurahan Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan. Total korban jiwa sementara mencapai enam orang, dengan beberapa warga lain masih dinyatakan hilang. Bencana terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Sibolga selama hampir dua hari berturut-turut. Kondisi tanah yang labil di daerah perbukitan memperparah risiko longsor di sejumlah titik.
Tim SAR, BPBD, dan aparat gabungan saat ini fokus pada proses evakuasi korban di wilayah Parombunan dan pembersihan material longsoran di jalur utama kota. Pemerintah daerah juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk segera mengungsi ke tempat aman.