Opini

Kurikulum Merdeka antara Idealisme dan Realitas di Lapangan

Kurikulum Merdeka digagas pemerintah sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Sistem ini dirancang agar pembelajaran menjadi lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan menumbuhkan karakter “merdeka belajar”. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Guru pun diarahkan untuk berperan sebagai fasilitator yang menuntun, bukan sekadar pengajar yang memberi instruksi.

Secara konsep, Kurikulum Merdeka memang terasa segar dan relevan. Ia menawarkan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai minat dan potensinya, tanpa dibatasi oleh tuntutan kurikulum yang terlalu kaku. Namun, antara konsep dan penerapan, sering kali terdapat jarak yang tidak mudah dijembatani. Banyak guru masih kebingungan menyusun modul ajar, menyesuaikan asesmen, atau bahkan memahami filosofi dasar “merdeka belajar” itu sendiri.

Di sisi lain, ketimpangan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi tantangan besar. Sekolah di kota mungkin lebih siap dengan akses teknologi dan pelatihan, sementara di daerah terpencil guru masih berjuang dengan keterbatasan alat belajar. Akibatnya, kesenjangan kualitas pendidikan tetap terasa, bahkan dalam sistem yang seharusnya menjanjikan pemerataan kesempatan belajar.

Menurut saya, keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan mental dan budaya pendidikan kita. Semua pihak seperti guru, siswa, dan orang tua, perlu memahami bahwa kemerdekaan belajar bukan berarti tanpa arah, melainkan ruang untuk tumbuh dengan kesadaran dan tanggung jawab. Jika semangat inovasi dan dukungan terhadap guru terus dijaga, Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi langkah nyata menuju pendidikan yang lebih manusiawi dan relevan dengan zaman.

Related posts

LOMBA GERAK JALAN 17 AGUSTUS DI DESA BRANI WETAN

Novia Putri

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN DIMULAI DARI LANGKAH LANGKAH KECIL KITA

Muhammad Mauluddin

BEKERJA KERAS UNTUK MEMBANTU KEDUA ORANG TUANYA DAN TIDAK GENGSI WALAU DI EJEK SAMA TEMENNYA

M. Nabil Rifki

Leave a Comment