
Keripik jahe khas Probolinggo kini menjadi salah satu produk olahan tradisional yang semakin diminati karena bahan bakunya berasal dari jahe lokal berkualitas, memiliki cita rasa hangat yang khas, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk Indikasi Geografis melalui proses produksi yang konsisten dan berbasis kearifan lokal.
Camilan Herbal Lokal yang Mulai Mendapat Perhatian Pasar. Keripik jahe merupakan camilan berbahan dasar jahe Probolinggo yang tersebar di beberapa sentra produksi seperti Tiris, Krucil, dan Bantaran. Di wilayah ini, jahe tumbuh subur karena kondisi tanah pegunungan yang kaya mineral, sehingga menghasilkan kadar pedas alami dan aroma yang kuat. Keunggulan karakter jahe inilah yang membuat keripik jahe memiliki cita rasa berbeda dari daerah lain.
Dinas Perindustrian Kabupaten Probolinggo mencatat pada tahun 2024 terjadi kenaikan produksi olahan herbal hingga 12%, di mana keripik jahe menjadi salah satu produk dengan peningkatan permintaan tertinggi. Produk ini tidak hanya dijual di pasar tradisional dan toko oleh-oleh.
Siti Rahma, selaku UMKM keripik jahe dari Kecamatan Tiris, menyampaikan bahwa minat pembeli meningkat setiap tahun. Bu Erti selaku pembeli mengatakan’’ kalau keripik jahe Probolinggo itu rasanya lebih hangat dan tidak terlalu pahit,” jelasnya.
Itu karena kami memakai jahe lokal yang aromanya kuat.
Keunikan yang Menjadi Potensi Indikasi Geografis karena Keripik jahe Probolinggo memiliki keunikan yang dapat menjadi dasar pengajuan Indikasi Geografis. Mulai dari pemilihan jahe tua yang pedas alami, proses perajangan tipis menggunakan teknik tradisional, hingga perendaman dalam larutan gula sebelum digoreng dengan suhu terkontrol. Proses ini menjaga aroma jahe tetap kuat dan menghasilkan tekstur renyah.
Nilai tambah keripik jahe:
Menggunakan jahe lokal dengan kadar minyak atsiri tinggi. Diolah memakai teknik tradisional turun-temurun. Rasa stabil, pedas hangat, manis seimbang.
UMKM telah memiliki legalitas dasar dan pengemasan lebih baik.Pengembangan Melalui Pembinaan UMKM dan Standarisasi Produk Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas produk herbal. Sejak tahun 2023, pelaku UMKM telah mengikuti program pembinaan berupa label halal, pelatihan pengemasan, dan bimbingan teknis keamanan pangan.Harapan Pengembangan ke Depan.
Pelaku usaha berharap pemerintah terus memperluas dukungan pelatihan dan promosi agar keripik jahe semakin berkembang. Jika produk ini mendapat sertifikat Indikasi Geografis, kualitasnya akan lebih terjamin dan peluang pemasaran menjadi lebih luas.Keripik jahe tidak hanya menjadi camilan tradisional, tetapi juga potensi ekonomi daerah yang mencerminkan kekayaan rempah Probolinggo.
Sumber: Dinas Perindustrian Kabupaten Probolinggo 2024 BPS Kabupaten Probolinggo 2024 Wawancara UMKM Keripik Jahe Tiris.