Dua dekade setelah film pertamanya dirilis, Harry Potter masih menjadi fenomena lintas generasi. Meski kisahnya telah berakhir sejak 2011, dunia sihir karya J.K. Rowling itu belum benar-benar hilang dari kehidupan anak muda. Bagi generasi 2000-an akhir, termasuk mahasiswa yang lahir di era setelah kejayaannya, Harry Potter justru menjadi jembatan menuju dunia literasi dan imajinasi.
Kini, cara mengenal Hogwarts sudah berubah. Anak muda tidak lagi menunggu buku baru di rak toko, melainkan menemukannya melalui potongan adegan di media sosial, video di TikTok, atau film maraton di platform streaming. Namun semangatnya tetap sama: rasa kagum pada dunia fiksi yang mampu membuat pembaca muda betah berlama-lama di antara halaman buku.
Di kalangan mahasiswa, nama Harry Potter masih sering terdengar dalam obrolan santai tentang film atau buku lama yang membekas. Beberapa di antaranya bahkan mengenal dunia sihir itu bukan dari bukunya langsung, melainkan dari potongan adegan di media sosial atau maraton film di platform streaming. Meski begitu, kisahnya tetap menjadi pintu masuk ke dunia literasi dan imajinasi bagi banyak anak muda.
Bagi generasi setelah tahun 2000, Harry Potter hadir sebagai bagian dari budaya digital. Mereka mungkin tidak menunggu buku baru di rak toko seperti generasi sebelumnya, tapi tetap bisa merasakan semangat petualangan, emosi, dan nilai moral yang membuat kisah itu hidup kembali di zaman sekarang.
Hingga kini, komunitas penggemar masih aktif di berbagai media sosial. Diskusi tentang karakter, nilai-nilai keberanian, hingga simbol-simbol sosial dalam cerita masih sering muncul di linimasa. Harry Potter telah melewati masanya sebagai hiburan semata; ia menjadi simbol bahwa membaca bisa kembali dianggap menyenangkan.
Sihir Hogwarts mungkin hanya ada dalam cerita, tetapi dampaknya nyata di dunia pendidikan dan budaya populer. Ia memperlihatkan bagaimana sebuah karya bisa melintasi waktu dan media, menyatukan pembaca dari generasi ke generasi, dan membuktikan bahwa kekuatan imajinasi tidak pernah benar-benar padam.