Probolinggo merupakan daerah pesisir yang memiliki kekayaan budaya dan hasil laut yang beraneka ragam. Berbagai produk olahan ikan dari wilayah ini berpotensi dilindungi keasliannya melalui pendaftaran sebagai produk Indikasi Geografis. Salah satu produk unggulan Probolinggo yang telah dikenal luas oleh wisatawan adalah kerupuk ikan tenggiri, disamping berbagai olahan laut lainnya yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Keunikan kerupuk tenggiri Probolinggo yang tidak dimiliki daerah lain adalah aroma lautnya yang khas, rasa gurih alami tanpa tambahan penyedap berlebih, serta tekstur renyah yang berasal dari ikan. Produk IG di Indonesia kini semakin sering ditemui di pasaran. Banyaknya produk-produk tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah yang mendaftarkan produk khas wilayahnya agar memiliki perlindungan hukum serta lebih dikenal masyarakat luas.
Pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor perikanan di Provinsi Jawa Timur, dari kesimpulan hasil penelitiannya peranan sub sektor perikanan Jawa Timur semakin meningkat daro 9,92% tahun 2007, menjadi 12,46% tahun 2009 terhadap PDRB sektor pertanian.dan 12,57% pada tahun 2011 ( Keuntungan dari produk IG tidak hanya sekadar pengakuan legal, tetapi juga mampu meningkatkan citra daerah dan menjadikannya sebagai ikon baru. Dampak positif dari adanya IG juga sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama pelaku usaha dan perajin. Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk IG, pendapatan pelaku usaha bertambah, interaksi antar-lembaga ekonomi semakin kuat, dan ekonomi masyarakat turut berkembang. Manfaat-manfaat ini memungkinkan untuk ditularkan kepada daerah lain yang memiliki produk unggulan namun belum terdaftar sebagai IG.
Salah satu produk unggulan tersebut adalah kerupuk ikan tenggiri Probolinggo yang sejak lama telah menjadi oleh-oleh khas yang diburu wisatawata. Probolinggo dikenal sebagai salah satu daerah dengan hasil laut yang melimpah, terutama untuk ikan tenggiri yang kualitasnya tinggi karena diperoleh langsung dari perairan selat dan pesisir yang kaya dengan nutrisi para nelayan juga menangkap ikan tersebut dari pukul 09.00 malam – pukul 0500 pagi .
Probolinggo dikenal sebagai salah satu daerah dengan hasil laut yang melimpah, terutama untuk ikan tenggiri yang kualitasnya tinggi karena diperoleh langsung dari perairan selat dan pesisir yang kaya dengan nutrisi. ekosistem perairan yang bersih dan kondisi iklim pesisir yang stabil sehingga ikan yang ditangkap memiliki daging yang padat, segar, dan tidak berbau tanah laut (Widjajanti et al. 2013). Kondisi geografis dan iklim pesisir Probolinggo juga sangat mendukung proses pengeringan kerupuk, karena sinar matahari yang kuat dan stabil membantu menghasilkan kerupuk dengan tekstur yang lebih renyah dan daya simpan lebih lama dibandingkan produk serupa dari daerah lain.
Ikan tenggiri hasil tangkapan nelayan salah satu pusat produksi dan penjualan kerupuk tenggiri yang banyak dikenal adalah Toko Krupuk Ikan Cap Tengiri yang beralamat di Jl. KH. Mansyur No.35, Mayangan, Kota Probolinggo. Saat memasuki toko ini, aroma laut yang khas langsung terasa, mencerminkan bahan baku utamanya yang segar. Berdiri sejak tahun 2009, toko ini telah menjadi pemberhentian wajib bagi pelancong karena lokasinya dekat stasiun kereta api dan alun-alun kota. Tidak hanya menjual kerupuk tenggiri bulat sebagai produk unggulannya, toko ini juga menyediakan beragam oleh-oleh lain seperti emping udang, stik ikan, marning jagung, keripik tempe, keripik singkong, ikan asin, kerupuk kulit, rengginang, sirup pokak, dodol mangga, hingga kopi lokal. Semua produk tertata rapi sehingga pengunjung mudah menemukan oleh-oleh yang mereka cari.
Keunikan kerupuk tenggiri Probolinggo tidak hanya terletak pada bahan baku dan cita rasanya, tetapi juga pada sistem pengolahan dan budaya kerja masyarakatnya. Proses pengolahan kerupuk dilakukan dengan teknik turun-temurun yang melibatkan berbagai tahapan seperti penggilingan daging ikan dengan memilih terlebih dahulu ikan tenggiri yang masih segar, pencampuran bumbu khas yang dilakukan terpisah dengan proses penggilingan daging ikan tenggiri, pengukusan adonan, pengirisan dengan teknik manual , hingga penjemuran di bawah terik matahari pesisir. proses penjemuran kerupuk ikan tenggiri itu mulai kurang lebih 2 sampai 3 hari namun , Ketika cuaca mendung atau hujan maka proses penjemuran akan lebih lama yaitu sekitar 5 sampai 1 minggu demi mendapatkan kualitas yang sempurna.
Kerupuk ikan tenggiri yang siap dijual Kegiatan produksi ini melibatkan banyak perajin lokal, baik laki-laki maupun perempuan, yang bekerja secara gotong royong dalam proses pembuatan sehari hari. Kearifan lokal ini menjadi nilai tambah yang membedakan kerupuk tenggiri Probolinggo dari daerah lain yang cenderung menggunakan sistem produksi yang lebih mekanis. Kualitas ikan tenggiri Probolinggo yang terjaga, iklim pesisir yang mendukung proses pengeringan, teknik pengolahan tradisional, serta budaya gotong royong masyarakat menjadikan kerupuk tenggiri sebagai produk yang sangat berpotensi untuk didaftarkan sebagai Indikasi Geografis.
Selain ciri rasa dan aroma, keterlibatan budaya lokal menjadi aspek yang memperkuat identitas geografis produk ini. Banyak hal dapat digali dari kerupuk ikan tenggiri Probolinggo untuk mendukung pendaftaran sebagai produk IG. Selain karakteristik bahan baku dan proses produksi, keberadaan toko-toko oleh-oleh seperti Cap Tengiri yang konsisten mempertahankan kualitas produknya selama lebih dari satu dekade menunjukkan kuatnya daya hidup produk ini di tengah masyarakat. Dengan semakin dikenalnya kerupuk tenggiri sebagai ikon kuliner Probolinggo, maka peluang peningkatan ekonomi lokal, pelestarian usaha tradisional, serta penguatan citra daerah semakin terbuka lebar.
PENUTUP
Apabila krupuk ikan tenggiri Probolinggo berhasil mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG), maka manfaatnya akan cukup besar bagi daerah. Pengakuan ini dapat membantu meningkatkan nama baik Probolinggo sebagai penghasil olahan laut yang berkualitas. Selain itu, IG juga dapat mendorong perkembangan ekonomi masyarakat, terutama para pelaku UMKM dan pengolah hasil laut. Dengan adanya standar produksi yang lebih teratur, kualitas krupuk tenggiri akan tetap terjaga dan lebih mudah diterima di pasar. Secara keseluruhan, sertifikasi IG menjadi langkah penting untuk menjaga keaslian rasa sekaligus memperkuat ide