Opini

Kegagalan Kita dalam Menjaga Lingkungan

Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Desa Klaseman, Kabupaten Probolinggo, kini berubah menjadi kuburan sampah. Setiap kali saya melintasi sungai ini, yang dulu jernih dan penuh ikan, saat ini sudah penuh dengan tumpukan plastik, limbah rumah tangga, dan limbah peternakan. Ini adalah bukti ketidakpedulian kita terhadap lingkungan. Jika terus dibiarkan, sungai ini akan menjadi bom waktu bagi kesehatan dan masa depan Desa kita.

Penyebab utama masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan infrastuktur yang kurang memadai. Masyarakat Desa sering kali membuang limbah rumah tangga dan limbah peternakan di sungai karena tidak ada tempat pembuangan akhir. Aparat Desa juga patut disalahkan karena kurangnya perhatian terhadap infrastuktur. Saya pernah bertanya kepada salah satu penduduk bahwa program pembersihan sungai hanya dilakukan 1 kali dalam 3 tahun. Walaupun pembersihan sungai dilakukan, tetapi tidak ada kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai, tentu hal ini tampak lucu.

Sebagai opini saya, ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Ini adalah panggilan untuk melakukan aksi nyata. Aparat Desa harus segera mengalokasikan dana untuk membangun fasilitas pengolahan sampah di Desa, serta melibatkan masyarakat melalui kampanye edukasi. Misalnya program seperti “Sungai Bersih, Desa Sehat” bisa diadakan secara rutin, melibatkan sekolah sekitar, RT/RW, dan karang taruna. Di sisi lain, kita sebagai penduduk harus mengubah perilaku, seperti meminimalisir penggunakan plastik serta ikut serta dalam aksi pembersihan. Jika setiap keluarga di Desa Klaseman mulai bertanggung jawab, sungai ini bisa kembali menjadi sungai jernih dan menjadi suatu kebanggaan kita.

Kesimpulannya, sampah berserakan di sungai Desa Klaseman bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga moral kita sebagai masyarakat. Jika kita terus acuh, kita sedang maracuni masa depan anak cucu kita. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah di sungai. Desa Klaseman layak mendapat sungai yang bersih dan sehat. Jangan biarkan sungai ini menjadi sarang penyakit bagi penduduk sekitar.

Related posts

Bumi Bukan Tempat Sampah, Tapi Kita Bertingkah Seolah Iya

Alek Permadani

Cinta yang terlambat

Novia Putri

PAC IPNU-IPPNU Gending Gelar Rapat Koordinasi dan Lakmud 1: Wujudkan Regenerasi Kader Unggul

Moh. Afdil Maulidin

Leave a Comment