Duka kembali menyelimuti dunia jurnalisme. Saleh Al Jafarawi, jurnalis asal Palestina, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Sabra, Gaza City, pada Minggu (12/10). Saat insiden terjadi, ia diketahui sedang mengenakan rompi bertanda “PRESS”.
Menurut laporan media setempat, bentrokan terjadi antara pasukan keamanan Hamas dan kelompok bersenjata dari klan Doghmush. Peristiwa ini berlangsung meski sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Peluru yang mengenai Al-Jafarawi disebut berasal dari arah milisi bersenjata di area konflik tersebut.
Saleh Al-Jafarawi, kelahiran 22 November 1997, dikenal sebagai jurnalis warga yang aktif meliput situasi kemanusiaan di Gaza. Melalui media sosial, ia kerap membagikan dokumentasi langsung dari lapangan, mulai dari kondisi pengungsian, kehancuran infrastruktur, hingga kisah pilu warga sipil di tengah perang. Dedikasinya membuat banyak orang mengenalnya sebagai suara bagi rakyat Gaza.
Meninggalnya Al-Jafarawi memicu gelombang duka dan kemarahan. Sejumlah organisasi pers internasional mengecam tindakan tersebut dan mendesak adanya penyelidikan independen. Mereka menilai insiden ini kembali menegaskan betapa rentannya posisi jurnalis yang bekerja di zona konflik.