Opini

Jejak Cahaya dari Seorang Guru yang Tak Pernah Lelah Menerangi

Di antara hiruk-pikuk dunia yang semakin asing, hadir sosok yang menuntun dengan kelembutan—Kyai Mahalli Ehsan. Beliau ibarat lentera yang tidak meminta untuk dipuji cahayanya, namun terus menerangi tanpa pernah padam. Dari lisannya mengalir nasihat yang menghidupkan hati, dan dari tindakannya lahir contoh yang meneguhkan jiwa. Di bawah bimbingannya, ilmu bukan hanya ditulis di kitab, tetapi ditanamkan dalam akhlak. Beliau mengajarkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada sorotan manusia, melainkan pada ketulusan yang tidak pernah ditinggalkan. Semoga langkah beliau terus menjadi penuntun bagi siapa pun yang merindukan kebenaran dan kedamaian.

Dalam setiap zaman, Allah menitipkan kepada umat manusia sosok-sosok pilihan yang membawa ketenangan, menuntun dengan ilmu, dan menghidupkan kembali hati yang nyaris padam. Di tengah kesibukan dunia yang bising, ada satu suara lembut yang tak pernah meninggi namun selalu mampu menembus dinding-dinding hati suara seorang guru yang ikhlas.

Demikianlah keberadaan Kyai Mahalli Ehsan, seorang pengasuh, pendidik, dan pembimbing ruhani yang kehadirannya bagaikan lentera di malam panjang.Di pangkuan ilmu, beliau menanamkan nilai kesederhanaan tanpa kehilangan wibawa; menegakkan adab tanpa meninggalkan kelembutan. Dari lisan beliau mengalir nasihat yang tidak memaksa, namun membuat siapa pun yang mendengarnya merasa ingin menjadi manusia yang lebih baik.

Senyumnya menyejukkan, tutur katanya menuntun, dan keikhlasannya menjadi saksi bahwa dakwah tidak hanya dilahirkan dari mimbar, tetapi juga dari hati yang bersih.Setiap langkah beliau adalah ajakan untuk kembali mengingat bahwa hidup bukan sekadar perjalanan duniawi, melainkan kesempatan untuk dekat dengan Allah melalui amal dan ilmu. Di antara jamaah yang mendengarkan petuahnya, beliau bukan hanya seorang ulama, tetapi juga ayah, guru, sekaligus sahabat bagi jiwa-jiwa yang merindukan ketenangan.Maka dari itu, melalui epigraf ini, aku mengabadikan sedikit jejak cahaya beliau:sebuah cahaya yang mengajarkan bahwa kesabaran adalah kekuatan, keikhlasan adalah kemuliaan, dan ilmu adalah jembatan menuju keberkahan.

Semoga nasehat dan keteladanan Kyai Mahalli Ehsan terus mengalir sebagai amal jariyah, menerangi banyak hati, dan menjadi pengingat bahwa tugas seorang guru sejati adalah menerangi, bukan menghakimi—membimbing, bukan meninggalkan.Dan semoga siapa pun yang membaca karya ini turut merasakan kehangatan hikmah yang beliau tebarkan, walau hanya setitik dari lautan ilmu yang beliau wariskan.

Related posts

Bahaya TikTok: Antara Hiburan, Propaganda, dan Ancaman Literasi Digital

Intan Faiqotul laili

Aku menunggu mu di waktu senja

Niatur Rohmah

Diduga Ada Oknum Manipulasi Informasi, Warga Tegalwatu Bersurat ke Bupati Probolinggo

Vera Safera

Leave a Comment