Opini

HARI SANTRI 2025 DISAMBUT DENGAN COBAAN YANG MENIMPA PONDOK PESANTREN

Di tengah gemerlapnya teknologi informasi, segala macam berita dapat tersampaikan kepada masyarakat. Mulai dari berita yang benar sampai pada berita yang tidak benar. Masyarakat dengan kemudahan-kemudahan ini sangat gampang menerima suatu berita tanpa mengecek terlebih dahulu apakah berita yang diterima benar atau tidak.

Seperti yang terjadi belakangan ini. Pondok pesantren di pandang oleh sebagian masyarakat sebagai pendidikan yang tidak baik untuk anak-anaknya. Hal ini disebabkan hanya karena suatu narasi dari salah satu stasiun televisi swasta yang cukup terkanal. Mereka membuat narasi seakan-akan pondok pesantren bukan tempat belajar melainkan hanya tempat perbudakan. Hal ini justru sangat terbalik dengan fakta yang ada di pesantren itu sendiri.

Penyebab ini semua adalah kurangnya minat masyarakat untuk membaca atau sekedar mencari tahu. Di samping informasi yang semakin mudah di dapat, tidak di barengi dengan rasa kritis masyarakat untuk menelusuri lebih jauh berita yang mereka terima. Ini justru akan merugikan mereka sendiri. Karena selain mendapatkan informasi yang salah, mereka juga akan berbuat sesuatu yang tidak benar juga misal enggan memondokkan anaknya. Padahal di era sekarang pondok adalah salah satu cara menjaga anak dari berbagai problem pada zaman ini, seperti; Pergaulan bebas, lupa waktu, dan hal-hal negatif lainnya.

Yang s seharusnya dilakukan oleh masyarakat sekarang adalah.

1.Tidak mudah menerima informasi

2.Mengecek kembali informasi yang di dapat

3.Serta tidak mudah membagikan informasi yang tidak jelas beritanya.

Related posts

Timothy Ronald Cermin Ambisi Anak Muda di Dunia Crypto”

Na ifa

PAC IPNU-IPPNU Gending Gelar Rapat Koordinasi dan Lakmud 1: Wujudkan Regenerasi Kader Unggul

Moh. Afdil Maulidin

Pendidikan Karakter Harus Dimulai dari Teladan, Bukan Hanya Slogan

Moh Juaeni Hisbullah

Leave a Comment