Berita

Harga Beras Naik, Warga Mulai Beralih ke Pangan Alternatif

Jakarta, 18 Oktober 2025 — Kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Indonesia dalam dua pekan terakhir mulai membuat masyarakat mencari alternatif bahan makanan lain seperti singkong, jagung, dan kentang. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, harga beras medium kini menembus Rp14.000 per kilogram, naik sekitar 10 persen dibanding bulan lalu.

Di pasar tradisional Kebayoran Lama, pedagang mengaku pasokan beras dari distributor mulai berkurang. “Biasanya tiap minggu dapat kiriman 1 ton, sekarang cuma setengahnya. Jadi harga mau nggak mau naik,” ujar Rani, salah satu pedagang beras, Sabtu (18/10).Sementara itu, beberapa konsumen memilih menyesuaikan pola makan. Siti Rahma, ibu rumah tangga asal Tangerang, mengatakan kini lebih sering memasak singkong rebus dan nasi jagung. “Selain lebih hemat, rasanya juga enak dan bikin kenyang,” katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan sedang mempercepat distribusi stok beras cadangan pemerintah (CBP) ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan. “Kami memastikan pasokan aman hingga akhir tahun, dan bantuan pangan tetap berjalan,” ujar Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi.

Kenaikan harga beras ini menjadi perhatian publik karena beras merupakan bahan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Para ahli pangan menilai diversifikasi pangan perlu digalakkan agar ketergantungan terhadap beras dapat dikurangi, terutama di tengah tantangan iklim dan distribusi yang tidak merata.

Related posts

AIPRO Serahkan Buku Kepemimpinan Hasil Riset ke Litbang Probolinggo

hip nara

Fakta vs Hoaks: dr. Sita Laksmi Jelaskan Mitos Perokok Pasif dalam Podcast Ferry Irwandi

Moh Juaeni Hisbullah

Aroma Rempah dari Probolinggo: Minuman Tradisional yang Kembali Jadi Pilihan Kesehatan

Dhita Amalia Sabhila

Leave a Comment