Tentang gaya nyentrik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, namun tetap menunjukkan sikap berpikir kritis dan strategis. Cocok untuk tugas kuliah yang ingin menunjukkan sisi karakter pemimpin dan dampaknya pada kebijakan publik. Gaya Nyentrik Menteri Purbaya Tuai Sorotan, Tapi Sikap Kritisnya Dinilai Menjanjikan, jakarta, 11 Oktober 2025 — Baru beberapa pekan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menjadi perbincangan publik. Bukan hanya karena posisinya yang strategis, tapi juga karena gaya komunikasinya yang nyentrik, blak-blakan, dan jauh dari kesan formal yang biasanya melekat pada jabatan sekelas menteri. Meskipun demikian, banyak pengamat menilai gaya Purbaya mencerminkan pola pikir yang kritis dan berani, dua hal yang justru dibutuhkan dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional saat ini. Purbaya menjadi viral setelah menyampaikan beberapa pernyataan yang tidak biasa dalam beberapa hari pertamanya menjabat. Dalam salah satu pernyataannya, ia sempat menyebut angka “17 tambah 8” dalam konteks ekonomi, yang memicu berbagai interpretasi dan kritik. Meski terlihat seperti kelakar, pernyataan itu ternyata mengandung sindiran terhadap cara berpikir birokrasi yang kaku. “Kadang, masalah ekonomi itu tidak perlu dijawab dengan rumus yang bertele-tele. Kadang cukup dengan logika sehat,” ujar Purbaya, saat diwawancara di kantor Kemenkeu. Gaya ceplas-ceplos Purbaya juga terlihat ketika ia mengkritik kebijakan fiskal masa lalu yang menurutnya terlalu elitis dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Ia menegaskan, sebagai Menteri Keuangan, ia ingin memastikan anggaran negara digunakan dengan cara yang lebih adil dan langsung menyentuh masyarakat. Meskipun banyak pihak meragukan pendekatannya yang dianggap “tidak biasa”, sejumlah ekonom dan pelaku industri justru memberikan dukungan. Mereka menilai Purbaya adalah sosok teknokrat yang memahami data, berani mengambil risiko, dan tidak takut berbeda. “Gaya boleh nyentrik, tapi isi pikirannya sangat tajam. Itu yang penting,” kata Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS, saat diminta tanggapan oleh media. Bahkan Menteri Perindustrian menyebut bahwa pendekatan fiskal Purbaya yang lebih fleksibel dan realistis dapat membantu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur yang selama ini lesu. Di tengah tekanan fiskal, ketimpangan sosial, dan tantangan global, publik kini menanti apakah gaya unik Purbaya ini mampu diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang membawa perubahan .Meski menuai pro-kontra, satu hal yang tidak terbantahkan: Menteri Keuangan saat ini telah berhasil mengundang perhatian dan membuka ruang diskusi publik tentang arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.