Insight

Ferry Irwandi

Namanya Ferry Irwandi kembali menjadi sorotan publik setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui unit sibernya menyebut ada dugaan tindak pidana yang melibatkan dirinya.

Dari Karier Biasa ke Wadah Kreatif – Latar Belakang Ferry Irwandi

Ferry Irwandi lahir 16 Desember 1991 di Jambi, berasal dari keluarga Minangkabau dengan orang tua berkecimpung di dunia pendidikan. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kemudian melanjutkan ke jenjang magister di Central Queensland University, Australia.

Awalnya Ferry bekerja sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dalam unit humas dan videografi. Setelah sekitar satu dekade mengabdi, pada November 2022 ia memilih mundur — memutuskan untuk fokus menjadi kreator konten penuh waktu.

Sejak 2010, melalui kanal YouTube-nya, Ferry membahas isu pendidikan, politik, sosial, filsafat, dan topik kontroversial seperti disinformasi, transparansi influencer, hingga kritik sosial — dengan sudut pandang kritis dan reflektif.

Mendirikan Malaka Project — Wadah Edukasi & Konten Alternatif

Pada 20 Oktober 2023, Ferry mendirikan Malaka Project, sebuah inisiatif yang dirancang sebagai platform pendidikan alternatif dan ruang diskusi kritis bagi generasi muda.

Melalui Malaka Project, ia menyatukan kreator muda dari beragam latar belakang — dari aktivis, konten kreator, hingga figur publik — untuk menghasilkan konten edukatif dan kritis, termasuk podcast, talk show, dan program kolaboratif dengan kampus atau komunitas.

Visi proyek ini menekankan pembentukan generasi dengan pemikiran logis, kritis, dan empatik, serta membuka akses terhadap pendidikan non-konvensional — jauh dari narasi mainstream dan struktur institusional.

Tuduhan, Kontroversi — dan Jemput Dialog

Pada awal September 2025, unit siber TNI menyatakan telah menemukan dugaan tindak pidana yang melibatkan Ferry. Komandan Satuan Siber TNI bahkan disebut mendatangi kantor polisi untuk berkonsultasi terkait rencana pelaporan.

Penuduhan tersebut awalnya mencakup dugaan pencemaran nama baik institusi, namun para ahli hukum mengingatkan bahwa menurut putusan Mahkamah Konstitusi (MK), institusi tidak bisa menjadi pelapor dalam delik pencemaran nama baik — sehingga dasar hukum pelaporan menjadi diragukan.

Menanggapi tuduhan, Ferry menyatakan melalui kanal-nya bahwa ide dan gagasan tidak bisa dibungkam dengan pelaporan hukum. Ia menegaskan siap menghadapi proses hukum jika diperlukan, meskipun hingga saat itu belum menerima surat resmi.

Damai dan Klarifikasi — Konflik Berakhir Tanpa Tuntutan

Pada 13 September 2025, Ferry mengumumkan bahwa ia telah melakukan dialog dengan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI), yang diwakili oleh Brigjen TNI Freddy Ardianzah. Menurutnya, terjadi kesalahpahaman di antara pihak-pihak terkait.

Dalam pernyataannya, Ferry menyebut bahwa baik dirinya maupun pihak TNI saling meminta maaf — dan menyepakati bahwa masalah ini selesai tanpa tindak lanjut hukum. Ia menyerukan agar publik fokus pada isu-isu penting ke depan.

Kesimpulan — Sosok yang Menjadi Cerminan Persimpangan Kreativitas, Kritik, dan Risiko

Ferry Irwandi mewakili sosok kontemporer: seseorang dengan latar belakang formal, lalu beralih ke jalur kreatif dan edukatif dengan tujuan memacu diskusi kritis serta kemerdekaan berpikir. Pendiri Malaka Project ini menunjukkan bahwa ruang digital bisa menjadi sarana pendidikan alternatif dan pengembangan pemikiran — namun juga rentan terhadap ketidakpastian hukum dan tekanan institusional.

Kisahnya menegaskan bahwa aktivitas publik — terutama yang berani menantang norma sosial atau institusi — membawa risiko. Hasil akhir dialog damai dalam kasus ini bisa dianggap kemenangan bagi kebebasan berekspresi. Namun wacana soal peran militer dalam ranah sipil, ruang kebebasan berpikir, serta batasan kritik terhadap institusi tetap relevan dan harus terus diawasi.

Related posts

Harvey Moeis Dieksekusi ke Lapas Cibinong, Jalani Vonis 20 Tahun Penjara Kasus Timah

Alek Permadani

Bukan cuma serat: Berikut kandungan buah pepaya.

Alviatur Riska

Setiap langkahku berdiri di atas doa mereka, setiap tujuanku hidup dari restu yang tak pernah padam

Nur Hayaty

Leave a Comment