Berita

Detik-Detik Pasangan Pendaki Tewas dalam Keadaan “Gancet”, Fenomena Misterius di Gunung Jawa Barat

Sebuah peristiwa tragis menimpa sepasang kekasih pendaki di salah satu gunung di Jawa Barat, di mana keduanya ditemukan tewas dalam keadaan “gancet” atau tidak bisa terpisahkan. Saksi mata, Hiliatus Swada, mengungkapkan detail mengerikan ini dalam podcast Denny Sumargo. Penjelasan medis menyatakan penyebabnya bersifat biologis, akibat kondisi ekstrem di gunung.

Hiliatus yang sedang mendaki dengan 4 temannya laki-laki nya. Mendaki di sebuah gunung yang ada di Jawa Barat dimulai dari track pos 1 dan 2 yang lumayan tetapi masih bisa dilewati dengan mudah. Akan tetapi saat akan mendaki track yang ke 3 mulai kesusahan karena jalur yang menanjak, tetapi saat akan ke pos 4 jalur track nya mulai parah karena sangat tinggi dan menanjak yang membuat mereka kesusahan dan kewalahan. Dipertengahan jalan ia bertemu dengan 2 orang pendaki cowok dan cewek sepasang kekasih. si cewek terlihat kelelahan dan hiliatus mencoba menyemangati mereka berdua dan kembali mendaki. Setelah sampai di pos 4 hiliatus dengan rombongannya istirahat beberapa saat kemudian sepasang kekasih itu berhasil sampai di pos 4. Akan tetapi si cewek tiba-tiba menangis kencang karena kelelahan dan meminta kepada kekasihnya untuk turun tetapi si cowok berusaha menguatkan si cewek agar bertahan. Tak selang lama kemudian si cewek ini ketawa tanpa sebab secara tiba-tiba membuat hiliatus tercengang dengan kejadian itu. Hal itulah yang membuat Hiliatus beramsumsi bahwa si cewek ini kerasukan dan berusaha menyadarkannya.

Setelah hal itu mereka semua tiba di tempat untuk bertenda dengan beberapa pendaki lainnya. mereka semua mulai membangun tenda untuk segera istirahat begitu pula sepasang kekasih itu. Keesokan paginya Hiliatus bangun dan sarapan. Ia berniat berbagi makanan dengan sepasang kekasih itu yang masih di dalam tenda. Saat ingin membangunkan mereka, Hiliatus melihat sleeping bag yang dipakai salah satu sepasang kekasih itu terlihat mencurigakan, akan tetapi Hiliatus mencoba berpikiran positif. Saat mencoba membangunkannya ia merasa bahwa tubuh salah satu sepasang kekasih ini kaku. Awalnya ia tidak tahu siapa yang dia bangunkan si cowok atau si cewek pas dibuka ia sangat terkejut melihat posisi si cowok di bawah dan si cewek di atas mereka berdua dalam keadaan tanpa pakaian dan tubuh mereka sudah menghitam. Hiliatus berteriak histeris melihat hal itu dan segera menyuruh salah satu temannya untuk mengabari penjaga tempat tenda itu untuk memanggil bala bantuan.

Saat  proses evakuasi menjadi sangat sulit dikarenakan tubuh mereka berdua sudah kaku. “Pas proses evakuasi pun masih nempel, enggak bisa lepas. Akhirnya di bawa turun berdua dalam posisi gancet, di tutup sleeping bag dan di ikat di tandu,” ujar Hiliatus dalam podcast tersebut. Jenazah kedua korban dievakuasi menjelang malam dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian serta keluarga. Meskipun sudah berada di fasilitas medis, keduanya tetap tidak bisa dipisahkan, yang menambah keheranan para saksi dan tim medis.

Hal ini memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, mulai dari faktor mistis, pantangan budaya yang terlanggar selama pendakian, hingga kutukan gunung. Namun, pihak medis menegaskan bahwa penyebab utama bersifat biologis. Hasil autopsi menunjukkan bahwa otot kemaluan perempuan mengalami kejang ekstrem (kram parah) yang menyebabkan pembuluh darah pecah, sementara organ pria mengalami pembengkakan. Kondisi ini diperparah oleh suhu dingin ekstrem di gunung dan keterlambatan penanganan, sehingga keduanya meninggal dalam keadaan saling menempel.

“Kata dokter, kemaluan perempuan kram parah sampai pembuluh darah pecah. Karena posisi pria masih di dalam, akhirnya organ keduanya sama-sama kaku,” tambah Hiliatus, merujuk pada laporan medis. Hal itu membuat dokter kesusahan karena tidak mau lepas akhirnya dokter pun memutuskan untuk memotong kelamin si cowok ini agar bisa di otopsi selanjutnya.

Related posts

Dua Inovator Asal Kabupaten Probolinggo Lolos Paparan Inotek Award Provinsi Jawa Timur 2025

halo.narasimu

Joshua SEVENTEEN Mencuri Perhatian di Paris Fashion Week dengan Penampilan Stylish

Dini Dwi Safitri

Detik detik dimana desa penawungan sedang melakukan tebbangan tebu

M. Nabil Rifki

Leave a Comment