Opini

Desa Ranon dan Harapan Pembangunan Yang Merata

Desa Ranon di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, adalah salah satu potret desa yang menyimpan banyak potensi, namun juga menghadapi berbagai tantangan nyata. Alamnya indah, masyarakatnya ramah, dan semangat gotong royong masih kuat terasa. Namun di balik semua itu, akses infrastruktur dan perhatian pemerintah masih perlu ditingkatkan agar kehidupan masyarakat desa ini bisa berkembang sejajar dengan wilayah lain di Probolinggo.

Salah satu contoh nyata adalah kondisi Jembatan Biru yang menjadi akses utama warga Ranon untuk beraktivitas. Ketika jembatan itu rusak akibat banjir, dampaknya langsung terasa: anak-anak sulit bersekolah, petani tak bisa mengirim hasil panen, dan kegiatan ekonomi warga pun terhambat. Kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar dirancang kuat dan berkelanjutan.

Selain infrastruktur, potensi wisata alam Desa Ranon juga seharusnya bisa dikembangkan. Pemandangan perbukitan di sekitar lereng Argopuro dan suasana pedesaan yang asri bisa menjadi daya tarik wisata lokal yang menumbuhkan ekonomi warga. Namun tanpa dukungan fasilitas, promosi, dan pembinaan, potensi itu hanya akan menjadi cerita yang tidak pernah terwujud.

Sudah saatnya Desa Ranon mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat luas. Membangun desa bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tetapi juga membangun harapan, pengetahuan, dan kesejahteraan warganya. Jika semua pihak bekerja sama, Desa Ranon dapat menjadi contoh bagaimana desa kecil bisa tumbuh menjadi wilayah yang mandiri dan maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Related posts

CORTIS: Boy Group K-Pop Terbaru yang Menjanjikan dengan Konsep Unik

Dini Dwi Safitri

Kurikulum Merdeka antara Idealisme dan Realitas di Lapangan

Seftiana Sya'baniah

Tumbuh dengan Orang Tua yang Keras: Antara Luka, Pelajaran, dan Rasa Sayang yang Tak Terucap

Jamilatuz Zahro

Leave a Comment