Feature

Dari Fotografi hingga Seni Lukis: Cara Indah Mengekspresikan Diri

Banyak remaja di Indonesia merasa kebingungan ketika mencari jati diri, berpindah ke sana dan kemari untuk memilih tempat berproses yang cocok bagi diri sendiri. Tak terkecuali sosok Indah Sukma Dewi yang pernah mengalami hal serupa, sempat berfokus kepada bidang fotografi kini ia kembali meneruskan bakat melukis yang telah ada dalam dirinya sejak lama.

Ia telah menekuni dunia seni lukis bahkan sebelum duduk di bangku sekolah. Berkat melihat sang kakak bernama Icha Monika yang hobi melukis, ia pun mulai mencoba untuk melakukan hal yang sama. Meski demikian, pada saat mulai mencoba untuk melukis, ia dihadapi dengan berbagai tantangan seperti tidak adanya dukungan dari lingkungan sekitar, bahkan pernah mendapat respon negatif dari oknum guru di sekolah, sehingga ia memilih untuk berfokus ke bidang fotografi.Namun pada akhirnya, ia kembali menekuni bakat yang telah tertanam dalam dirinya sejak lama. Apa yang menyebabkan ia kembali menekuni bakatnya hingga bisa memotivasi orang lain melalui seni lukis? Tentu kita perlu mengenal lebih jauh tentang dirinya.Indah, seorang perempuan asal Pontianak berusia 22 tahun tersebut menempuh pendidikan di IAIN pontianak jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Minatnya pada multimedia, fotografi, dan videografi tumbuh dari lingkungan keluarga, terutama sang ayah bernama Asmidi yang berprofesi sebagai fotografer. Latar belakang tersebut membuat dirinya akrab dengan seni, baik digital maupun konvensional.

Singkat cerita ketika hampir memasuki semester akhir perkuliahan, ia kembali menekuni bakat melukis yang sempat terhenti sejak lulus SMK. Seperti mahasiswa pada umumnya, ia juga aktif mengikuti organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Hal tersebut dilakukannya sebagai sarana untuk bertemu orang baru, mengenal jati diri, dan menemukan minat yang sebenarnya.

Sampai pada akhirnya, Indah kembali menyalurkan ide melalui kuas dan kanvas. Hingga kini, ia telah menghasilkan 40 karya lukis dengan makna tersendiri. Salah satu yang paling berkesan adalah karya yang berjudul “Pekat yang Ingin Pulang”, lukisan berukuran 40 x 60 cm yang menjadi karya pertama bagi dirinya di kanvas besar, sekaligus menjadi cerminan isi hati yang tidak pernah ia tunjukkan ke orang lain.

Apa yang dilakukan Indah tak sebatas hanya mengembalikan apa yang telah menjadi bakatnya sejak lama, tetapi juga menjadi jalannya untuk memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri, komunitas, bahkan keluarga.Di sela kuliah, Indah bekerja sebagai fotografer wisuda dan pernikahan, sebuah bidang yang telah akrab baginya sejak lama berkat sang ayah. Setelah kembali melukis, ia bergabung dengan komunitas Imagirupa yang kemudian menjadi ruang nyaman untuk terus berkembang dalam dunia seni.Dikutip dari vlog yang dirilis oleh rri.co.id pada 3 April 2025, dijelaskan bahwa Imagirupa merupakan sebuah komunitas seni rupa di Pontianak yang memberikan wadah bagi mahasiswa dan kalangan anak muda untuk berkarya di seni lukis, komunitas ini telah diikuti oleh puluhan anak muda yang memiliki hobi menggambar. Perlu diketahui bahwa Imagirupa merupakan akronim dari Ikatan Mahasiswa Giat Rupa.

Dalam Imagirupa, Indah akhirnya menemukan tempat yang mendukung potensinya setelah sebelumnya kesulitan mencari tempat berproses yang tepat. Lingkungan yang saling mendukung membuatnya merasa nyaman dan berkembang. Dari pengalaman ini, ia juga belajar berbagi dengan masyarakat melalui pelatihan ecoprint, sebuah teknik mencetak pola dan warna pada kain atau kertas dengan memanfaatkan bahan alami.Dari berbagai pengalaman Indah, kita dapat menarik pelajaran bahwa segala suatu hal yang pernah kita tekuni di masa lalu, akan kembali menjadi apa yang kita cintai di masa depan. Tergantung dimana tempat yang tepat untuk kita berproses dan dihargai di dalamnya.Perjalanan Indah dipenuhi pengalaman bermakna, mulai dari bergabung komunitas, mengikuti pameran, hingga memberi pelatihan kepada masyarakat. Hal ini membuatnya semakin dikenal dan berdampak luas. Dalam pagelaran karya misalnya, ia termotivasi untuk membuat lukisan bertema budaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat yang belum mengenal budaya tersebut.

Salah satu karyanya yang telah ditampilkan dalam pameran karya seni Menjaring Tutur adalah lukisan berjudul Angngaru’. Lukisan ini merepresentasikan ritual lisan turun-temurun di Istana Amantubillah, Kerajaan Mempawah yang biasa dilantunkan oleh para laskar istana sebagai ikrar hidup dan mati demi tanah, Raja, serta marwah kerajaan.

Dari pelajaran seninya, Indah belajar bahwa keberanian untuk mencoba dan tidak takut salah adalah kunci utama. Melalui lukisan, ia dapat memperkenalkan dirinya sekaligus mengenalkan budaya yang belum diketahui masyarakat ramai. Pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang lebih matang serta meneguhkan prinsip hidupnya untuk terus berkarya, berkontribusi, dan memberi dampak positif bagi masyarakat. “Motivasi saya ketika mulai melukis itu lebih kepada jangan pernah takut untuk mencoba, jangan pernah takut salah, dan hargai proses itu. Selesaikan apa yang sudah dibuat, karena setiap kekeliruan pasti bisa diperbaiki menjadi suatu hal yang lebih baik lagi” ujar Indah, menjabarkan bagaimana motivasi ketika ia mulai melukis di atas canvas putih.Perjalanan Indah Sukma Dewi menjadi bukti bahwa keberanian dan konsisten dalam proses dapat membentuk sosok muda yang inspiratif. Dari rumah yang hangat di tepian sungai kapuas hingga kiprahnya memotivasi generasi muda lewat seni lukis, ia menunjukkan bahwa setiap langkah kecil memiliki arti besar.

Kisahnya mengajarkan bahwa berkontribusi tidak harus mengikuti cara orang lain, cukup dengan menjadi diri sendiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, maka sudah bisa memberi dampak positif khususnya bagi generasi muda.

Related posts

Tempat Ternyaman di Rumah: Sudut Kecil yang Menyimpan Kedamaian.

Sofita fita

Sang Jenderal yang Memimpin dari Tandu

Sofita fita

R.A. Kartini: Cahaya Emansipasi dari Jepara

Putri Syafarista

Leave a Comment