Kemajuan teknologi memang memberikan banyak keuntungan bagi manusia, dan di zaman modern seperti sekarang, perangkat elektronik menjadi elemen yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, pemakaian gadget oleh anak-anak sering kali menyebabkan efek negatif jika tidak disertai dengan pengawasan orang tua. Banyak anak saat ini lebih menikmati bermain game online atau menonton video di Tik Tok daripada bermain permainan tradisional seperti congklak dan petak umpet, padahal aktivitas tersebut seharusnya bisa mengasah kreativitas serta menciptakan kebersamaan yang menyenangkan dengan teman sebaya.
Ketergantungan pada gadget membuat anak-anak menjadi kurang bergerak dan sulit berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya, ketika makan, mereka lebih suka melihat konten di gadget daripada menikmati makanan. Selain itu, waktu untuk belajar dan beristirahat juga sering terlewatkan karena anak terlalu asyik dengan tayangan di layar. Sebagai akibatnya, keinginan untuk membaca buku berkurang dan kemampuan belajar anak juga terpengaruh.
Dampak buruk lainnya tercermin dalam sikap dan ucapan anak. Banyak anak yang menirukan kata-kata yang tidak pantas dari video yang mereka lihat. Bahkan, terdapat pula anak-anak yang mulai meniru tindakan orang dewasa, seperti berdandan secara berlebihan hanya untuk keperluan konten media sosial. Sebenarnya, di usia mereka seharusnya lebih banyak diisi dengan aktivitas bermain dan belajar yang bermanfaat.
Dalam mengatasi situasi tersebut, peran orang tua sangatlah krusial. Orang tua perlu mengatur durasi penggunaan gadget pada anak dan memantau konten yang mereka tonton. Memberikan gadget sebaiknya tidak dilakukan tanpa alasan yang konkret, terlebih hanya berdasarkan keinginan anak. Apabila gadget diperlukan untuk tujuan yang baik, seperti pembelajaran daring atau komunikasi kelompok sekolah, penggunaannya tetap harus dalam pengawasan orang tua.
Pengawasan dan bimbingan yang tepat akan mendukung anak dalam memanfaatkan teknologi dengan bijak. Dengan cara itu, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap usianya tanpa mengorbankan nilai-nilai moral, sosial, dan kebahagiaan masa kecil mereka.