
Di balik senyum yang aku pakai setiap hari, tersembunyi luka yang masih berdarah. Kenangan tentangnya masih menghantui aku, membuat aku ragu untuk mempercayai cinta lagi. Aku berpikir bahwa aku telah terlambat untuk menemukan cinta sejati, bahwa aku telah melewatkan kesempatan untuk bahagia.Aku mencoba untuk melupakan, tapi kenangan itu masih terngiang-ngiang di pikiranku.
Aku masih ingat bagaimana dia tersenyum kepadaku, bagaimana dia memegang tanganku, dan bagaimana dia berjanji untuk mencintai aku selamanya. Tapi, semua itu hanya ilusi.Aku merasa bahwa aku telah dikhianati, bahwa aku telah dipermainkan.
Aku tidak tahu bagaimana cara untuk memaafkan, bagaimana cara untuk melupakan. Aku hanya tahu bahwa aku harus terus berjalan, bahwa aku harus terus mencari kebahagiaan.Tapi, apa yang terjadi ketika cinta sejati datang di saat-saat terakhir? Ketika aku sudah tidak percaya lagi? Apakah aku akan memberinya kesempatan, ataukah aku akan terus berjalan sendirian? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku tahu bahwa hidupku akan berubah selamanya ketika aku bertemu dengan seseorang yang tidak terduga….
Seseorang yang akan membuat aku merasa bahwa cinta sejati masih ada, bahwa kebahagiaan masih bisa ditemukan. Atau mungkin, seseorang yang akan membuat aku merasa bahwa aku tidak pernah benar-benar mencintai sebelumnya.. “