Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sepanjang 1–28 Oktober 2025 terjadi 95 kejadian bencana alam di berbagai wilayah, dengan empat orang dilaporkan meninggal dunia. Rangkaian peristiwa hidrometeorologis itu didominasi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Dari total kejadian tersebut, 58 insiden dikategorikan sebagai cuaca ekstrem, 20 kali tanah longsor, 14 kali banjir, dua kasus kebakaran hutan dan lahan, serta satu kejadian kekeringan di kawasan utara Jawa Barat. Dampaknya, sekitar 19.962 jiwa terdampak langsung, 3.655 rumah terendam banjir, sementara 171 bangunan mengalami rusak berat, 405 rusak sedang, dan 1.908 rusak ringan.
Korban jiwa tersebar di beberapa daerah dengan jenis bencana berbeda. Di Kabupaten Bandung Barat, satu warga meninggal akibat longsor di Kecamatan Rongga, sementara di Indramayu seorang lansia bernama Tarmin dinyatakan meninggal setelah terdampak banjir dan angin kencang. Di Subang, dua orang, yakni Waway dan Raka, dilaporkan tewas tertimpa pohon saat angin puting beliung melanda kawasan Jalan Cagak
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun menjelaskan, tingginya frekuensi kejadian bencana dipengaruhi kondisi geografis Jawa Barat yang kompleks—mulai dari dataran tinggi rawan longsor hingga dataran rendah yang mudah tergenang banjir. Perubahan pola cuaca yang ditandai hujan berintensitas tinggi dan angin kencang membuat potensi bencana hidrometeorologis meningkat menjelang puncak musim hujan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana untuk 27 kabupaten/kota hingga April 2026, disertai penyusunan Kajian Risiko Bencana dan rencana kontinjensi di setiap daerah. BPBD juga memperkuat kapasitas kesiapsiagaan melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi penanganan bencana bersama aparat kewilayahan dan relawan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah lereng perbukitan dan daerah aliran sungai yang berpotensi terdampak banjir dan longsor.