Sastra

Belajar di Senyap Pagi

Di senyap pagi, dunia seakan memberi ruang sendiri untuk berpikir. Mentari perlahan menyingkap tirai gelap, dan udara segar menyapa tanpa tergesa. Di saat itu, aku belajar bahwa belajar bukan hanya soal angka di lembar jawaban, tapi tentang memahami diri sendiri.

Aku kagum pada pagi yang tak pernah memaksa, hanya setia menunggu mereka yang mau membuka buku, menulis, dan merenung. Di antara catatan yang tercoret perlahan dan ide-ide yang muncul tanpa suara, ada keajaiban yang tak terlihat, kesabaran yang menumbuh, ketekunan yang diam-diam membentuk karakter.

Di senyap pagi, aku belajar menghargai proses, bahwa setiap usaha kecil punya arti, setiap kesalahan adalah guru,dan setiap langkah pelan yang diambil dengan niat tulus adalah percakapan paling jujur antara aku dan cita-citaku.

Related posts

Cahaya dari Sekolah

Florent Dwi Hendriansyah

Cahaya di Panggung, Doa di Sunyi

Afifah Afifah

Bunga Mawar di Desa

Nabilatus Syakinah Azzahro

Leave a Comment