Nonfiksi

Banjir Menguji Ketahanan Warga Bali

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak siang kemarin membawa cerita pilu sekaligus ketangguhan bagi warganya. Di salah satu kawasan yang biasanya dipadati wisatawan, jalan berubah menjadi sungai. Air bercampur lumpur mengalir deras, menenggelamkan trotoar dan memaksa kendaraan berjalan pelan, bahkan ada yang mogok di tengah jalan.“Air naik begitu cepat, tidak sampai setengah jam jalan sudah terendam,” tutur Made, seorang pedagang kecil yang tokonya ikut tergenang. Ia hanya bisa memindahkan beberapa barang dagangan ke tempat lebih tinggi sambil berharap hujan segera reda.Fenomena banjir ini bukan yang pertama kali terjadi. Pembangunan yang pesat, alih fungsi lahan, serta sistem drainase yang tidak memadai sering disebut sebagai penyebab utama. Namun bagi warga, banjir bukan sekadar soal genangan air, melainkan juga ancaman terhadap aktivitas ekonomi, kesehatan, bahkan keamanan.

Related posts

Menyongsong Harapan Baru: PCNU Kota Kraksaan di Tangan Nun Hafid dan Kiai Wasik

hip nara

Menelusuri Jejak Spiritual Wali 5: Ziarah dari Sunan Ampel hingga Sunan Bonang di Jawa Timur

Ghinan Nafsi

Syukur yang Dibungkus Daun Pisang

Anindya Ghania Safhira

Leave a Comment

error: Content is protected !!