Berita

Banjir Besar Terjang Kabupaten Probolinggo, Puluhan Desa Tergenang dan Lima Jembatan Putus

Probolinggo — Hujan ekstrem yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo sejak pertengahan Januari 2026 menyebabkan bencana banjir meluas, berdampak pada puluhan desa, infrastruktur rusak, dan mobilitas warga terganggu. Banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur kawasan dalam beberapa hari terakhir, membuat debit sungai meningkat serta air meluap ke permukiman warga di berbagai kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, banjir telah melanda lebih dari delapan kecamatan dengan berbagai tingkat dampak. Beberapa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kraksaan, Gading, Krejengan, Maron, Sumberasih, dan Besuk, di mana air sungai meluap sehingga rumah-rumah dan jalan tergenang hingga adanya kebutuhan evakuasi.

Kepala BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi di hulu sungai menjadi faktor utama bencana yang meluas ini. Banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas infrastruktur penting, terutama jembatan penghubung antar desa dan kecamatan.

Dampak terparah terlihat pada lima jembatan yang putus total, yakni di lokasi Dusun Beji, Desa Banjarsari; jembatan penghubung Desa Jangur–Desa Sumberbendo; Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang; serta sejumlah titik di Dusun Mendek Kulon dan Desa Kalianan. Selain itu, tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan akibat terjangan arus deras.

Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik, terutama di daerah pedesaan yang mengandalkan akses jembatan tersebut untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. Meski begitu, BPBD memastikan tidak ada desa yang sepenuhnya terisolasi karena masih tersedia jalur alternatif meski harus memutar lebih jauh.

Selain kerusakan infrastruktur, BPBD juga mencatat sejumlah plengsengan atau tanggul rusak di beberapa lokasi serta dampak cuaca ekstrem lainnya yang memengaruhi fasilitas pendidikan, seperti kerusakan bangunan sekolah di beberapa desa.

BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemerintah desa untuk melakukan penanganan darurat sekaligus merencanakan perbaikan struktural yang berkelanjutan. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat intensitas hujan masih tinggi.

Seiring proses penanganan darurat berlangsung, warga yang terdampak juga tengah berupaya membersihkan material banjir dari rumah masing-masing dan berkoordinasi dengan aparat desa serta relawan setempat untuk mempercepat proses pemulihan di wilayahnya.

Bencana banjir kali ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim sekaligus perlunya penguatan infrastruktur yang tahan bencana guna meminimalkan dampak serupa di masa mendatang.

Related posts

Siswa SD di Boyolali Koma Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah

Ayu Puji Cahyani

Meriahkan Maulid Nabi, Pondok Pesantren Genggong Hidupkan Malam dengan Lantunan Sholawat Bersama Santri

Seftiana Sya'baniah

Semburan Air Misterius Gegerkan Warga Gunung Anyar Surabaya

Intan Faiqotul laili

Leave a Comment