Opini

Banjir Bandang di Aceh Tamiang: Puluhan Warga Tewas dan Ribuan Rumah Hancur

Aceh Tamiang — Banjir bandang di Aceh Tamiang menimbulkan kerusakan besar dan menyisakan duka mendalam bagi warga. Sejak peristiwa itu terjadi, kondisi di banyak desa masih memprihatinkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa banjir bandang di Aceh Tamiang menyebabkan 57 warga tewas dan 23 orang masih hilang. Selain itu, lebih dari 262 ribu warga mengungsi ke lokasi aman.

Banjir terjadi setelah hujan ekstrem dan longsor di daerah perbukitan. Arus air yang kuat membawa batang kayu besar dan lumpur ke permukiman. Dampaknya, lebih dari 2.200 rumah warga rusak, termasuk ratusan rumah yang hancur total.

Di banyak titik, kondisi lingkungan sangat parah. Jalan utama tertutup lumpur dan kayu. Beberapa desa sempat terisolasi sehingga bantuan tidak bisa masuk. Petugas bekerja keras membuka akses agar logistik dapat disalurkan.

Selain merusak rumah, banjir bandang di Aceh Tamiang juga menghancurkan fasilitas umum. Sekolah, jembatan, dan puskesmas mengalami kerusakan berat. Hal ini membuat pelayanan kesehatan dan pendidikan terhambat.

Situasi kesehatan warga kini menjadi perhatian serius. Air bersih terbatas, obat-obatan menipis, dan sanitasi buruk memicu munculnya penyakit. Petugas medis bergerak dari satu posko ke posko lain untuk memberikan layanan darurat.

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat. Bantuan makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat terus didistribusikan. Tim SAR, TNI, Polri, dan relawan juga masih melakukan pencarian korban yang hilang.

Hingga kini, warga terdampak berharap pemulihan berjalan cepat. Pemerintah berjanji memulihkan infrastruktur dan memberikan dukungan jangka panjang bagi para korban.

Related posts

Cuaca Tak Menentu, Kekhawatiran Petani dan Warga yang Akan Menikah

Febriyanti Adelia

HARI SANTRI 2025 DISAMBUT DENGAN COBAAN YANG MENIMPA PONDOK PESANTREN

Imam Ghozali

Edit Foto di Gemini AI, Aman atau Bumerang?

Ghinan Nafsi

Leave a Comment