Opini

Antara Kesepian atau Ketenangan

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus, saya sering memperhatikan bagaimana orang-orang berjalan tergesa, bercanda, dan tertawa seolah dunia selalu ramai. Namun di antara semua itu, ada satu sosok yang berbeda seorang mahasiswa yang lebih sering duduk sendiri, diam, dan tenggelam dalam pikirannya.

Saya pernah berada di posisi itu. Duduk di kantin tanpa teman sebangku, pulang kuliah tanpa ada yang menunggu. Awalnya terasa hampa, tapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa kesepian tidak selalu buruk. Dari kesepian, saya belajar mendengar suara hati sendiri. Dari kesunyian, saya belajar tenang.

Pernah suatu malam saya merenung, mengapa kesepian terasa begitu berat? Hingga saya tersadar bahwa kesepian bukan karena tidak ada orang di sekitarmu, tapi karena kamu jauh dari dirimu sendiri. Kalimat itu menjadi cermin bagi saya bahwa selama ini yang saya butuhkan bukan banyak teman, tapi kedekatan dengan diri sendiri.

Ketika orang lain sibuk mencari perhatian, saya justru belajar menerima keheningan. Ketika banyak yang berlomba terlihat bahagia, saya memilih diam dan memahami makna di balik setiap rasa.
Kesepian memang sunyi, tapi dalam sunyi itu, saya menemukan kedewasaan yang tak saya dapat dari keramaian.

Kini, saya percaya bahwa kesepian bukanlah musuh. Ia adalah ruang bagi kita untuk mengenal diri, merenungi hidup, dan menemukan ketenangan yang tidak bisa dibeli siapa pun.

Related posts

Anak Zaman Layar — Ketika Gawai Menggantikan Dunia Nyata

Afifah Afifah

JADILAH PERYBAHAN YANG INGIN KAMU LIHAT DI DUNIA

Arfi Arfi

Majelis Ambruk Di Ciapus Bogor

Safiroh Putri

Leave a Comment