Berita

Angin Kencang Terjang Desa Segaran Probolinggo, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Probolinggo, 13 Oktober 2025 — Hujan disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Senin sore (13/10). Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, beberapa di antaranya rusak berat, dan sejumlah fasilitas umum turut terdampak.

Menurut data sementara dari BPBD Kabupaten Probolinggo, tercatat 25 titik terdampak, dengan sedikitnya 18 rumah rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 1 rumah rusak berat. Selain itu, dua kandang sapi milik warga roboh tertiup angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIB. Angin datang tiba-tiba dari arah barat dan merobohkan atap rumah warga. Petugas langsung kami turunkan untuk evakuasi dan pendataan,” ujar M. Fathur Rahman, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Probolinggo.

Berdasarkan keterangan warga, cuaca sore itu semula hanya mendung biasa. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, angin berputar kencang disertai hujan deras. Pepohonan tumbang menutup akses jalan menuju Dusun Krajan. Sejumlah warga sempat mengungsi ke rumah tetangga yang lebih kokoh untuk menghindari reruntuhan atap.

“Atap rumah saya terbang semua, gentengnya hancur. Untung anak-anak sudah di luar rumah waktu itu,” tutur Siti Aminah (45), warga setempat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Desa Segaran bersama aparat kecamatan dan BPBD langsung melakukan asesmen dan pembersihan puing-puing. Warga yang rumahnya rusak berat sementara ditampung di balai desa.

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo telah menyalurkan bantuan darurat berupa beras, mie instan, tikar, dan terpal. Sementara itu, BMKG Kelas I Juanda Surabaya mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem di wilayah Tapal Kuda dalam beberapa hari ke depan, termasuk di Probolinggo bagian selatan.

BPBD mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi angin puting beliung yang bisa terjadi secara tiba-tiba terutama di wilayah perbukitan dan lereng pegunungan Argopuro. “Musim pancaroba seperti sekarang memang rawan cuaca ekstrem. Kami harap warga tidak berteduh di bawah pohon besar dan segera mencari tempat aman bila hujan disertai angin kencang,” kata M. Fathur Rahman menambahkan.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan masyarakat sekitar. Sejumlah organisasi relawan dan karang taruna turut membantu membersihkan puing bangunan. Warga berharap pemerintah segera membantu memperbaiki rumah yang rusak agar bisa ditempati kembali sebelum musim hujan tiba.

Related posts

Ikan Asap Mayangan: Olahan Tradisional yang Siap Didorong Menjadi Indikasi Geografis

Moh Juaeni Hisbullah

Kunjungi Rumah Batik Ronggo Mukti, AIPRO Bangun Networking untuk Dukung Industri Lokal

halo.narasimu

Trans7 Minta Maaf atas Tayangan yang Singgung Kiai dan Santri

Moh. Afdil Maulidin

Leave a Comment