InsightSastra

Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnyadr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ

Judul buku ini mungkin terdengar aneh di telinga pembaca—pohon semangka? Namun justru melalui judul yang metaforis, dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ mengajak kita menyelami psikologi, eksistensi manusia, dan relasi antara harapan serta pengalaman hidup dengan cara yang segar, filosofis, dan penuh kepekaan.

Sinopsis Singkat

Buku ini bukan fiksi belaka ataupun manual ilmiah semata. Ia berada di ruang hibrida antara psikologi humanistik, refleksi filosofis, dan narasi kehidupan. Melalui kisah seorang wanita yang bermimpi menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya, Andreas mengulas narasi kehidupan, trauma, harapan, serta keinginan mendasar manusia untuk ‘berbuah’ di kehidupan lain—metafora bagi transformasi eksistensial.

Tokoh utama digambarkan bukan sebagai sosok superhero, melainkan manusia biasa yang bergulat dengan rasa kehilangan, kekosongan batin, dan pencarian jati diri. “Menjadi pohon semangka” dalam cerita bukan sekadar absurd—melainkan lambang kematangan, ketabahan, dan proses bertumbuh hingga mampu memberi kehidupan dan rasa kepada orang lain.

Kekuatan Utama Buku

  1. Bahasa yang Reflektif dan Puitis
    Andreas menulis dengan ritme yang halus, liris, namun tetap mudah diikuti. Pembaca diajak merenung, bukan hanya membaca.
  2. Psikologi yang Mengena
    Sebagai psikiater, Andreas piawai menggambarkan dilema emosional dan psikologis tokoh secara autentik, tanpa kehilangan sensitivitas terhadap kompleksitas batin manusia.
  3. Filosofi Hidup dalam Balutan Cerita
    Ketika buku-buku self-help sering kali langsung menawarkan solusi, buku ini justru memandu pembaca untuk bertanya terlebih dahulu: Siapa saya? Apa artinya hidup? Dan apa yang ingin saya ‘berikan’ di dunia ini?
  4. Metafora yang Menggugah
    ‘Pohon semangka’ bukan sekadar keinginan aneh si tokoh utama. Ia melambangkan ideal hidup: berdiri kokoh, berakar, dan pada akhirnya menghasilkan buah yang manis—baik untuk dirinya maupun orang lain.

Catatan Penting

Buku ini bukan bacaan ringan untuk mengisi waktu senggang semata. Ia membutuhkan kesiapan emosional dan refleksi batin dari pembacanya. Pembaca yang mencari plot cepat atau akhir cerita yang eksplisit mungkin akan sedikit kewalahan. Namun bagi mereka yang menikmati slow reading, renungan, dan metafora kehidupan, buku ini akan menjadi teman perjalanan batin yang tak terlupakan.

Kesimpulan

Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya adalah sebuah karya yang melampaui genre. Ia bukan sekadar buku psikologi, buku filosofi, ataupun narasi kehidupan—melainkan gabungan dari semuanya yang ditulis dengan ketulusan dan kepekaan tinggi.

Buku ini tepat dibaca oleh:

  • Pembaca yang mencari makna hidup yang lebih dalam
  • Mereka yang pernah merasa kehilangan arah
  • Praktisi psikologi atau mereka yang ingin memahami dimensi batin manusia
  • Siapapun yang siap bertanya kepada dirinya sendiri: “Apa yang sebenarnya ingin kuberikan pada dunia?”

Sebagai sebuah resensi, buku ini memberi rasa, bukan sekadar informasi—persis seperti pohon semangka yang ia impikan: berdiri, berakar, dan berbuah.


Rating

⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ☆
(Kuat secara emosi dan refleksi, cocok untuk pembaca dewasa yang ingin menyelami psikologi kehidupan.)

Related posts

Tingkat pengangguran tinggi dan banyak dari kalangan sarja.

Imam Ghozali

Suara Sunyi di Balik Senyumku

Bela Dwi Lestari

Sosok Inspiratif Muda

Alviatur Riska

Leave a Comment